Ratusan Warga Perum Megatama Indah Salat Idul Adha, Dua Ibadah Ini hanya di Bulan Dzulhijjah

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Ratusan warga Perum Megatama Indah Sholat Idul Adha menunaikan Salat Idul Adha di Masjid Ali Samah Al Harby, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jumat, 6 Juni 2025 dengan imam dan khotib, ustadz Bahlian Titi Mahlan.

Ustadz Bahlian mengajak jemaah untuk pandai bersyukur atas segala kenikmatan yang telah diperoleh. Dia menyampaikan ada dua ibadah yang hanya dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, yaitu ibadah kurban dan ibadah haji.

“Ibadah kurban dan haji bisa menjadi barometer dan tolok ukur keimanan, keyakinan, keikhlasan, kepercayaan dan totalitas seseorang,” ujar ustadz Bahlian.

Selain sebagai bentuk keimanan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, kurban juga sebagai bentuk kepekaan sosial dengan berbagi daging kurban kepada sesama.

Berkurban, ujarnya, menjadi upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya. “Jika iman kuat, tidak ada keragunan dalam menjalankan kurban. Orang yang memiliki harta banyak tidak mau berkurban dan berhaji karena tidak dilandasi keimanan yang kuat,” imbuhnya.

Bahlian menambahkan, ibadah haji membutuhkan bekal banyak, antrian panjang, meninggalkan keluarga, meninggalkan pekerjaan dan fokus ibadah kepada Allah.

“Mantapkan niat berhaji karena Allah. Allah SWT mengingatkan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah. Haji sebagai barometer iman bisa dilihat dari kedisiplinan rukun dan wajibnya seperti adanya ihram, thowaf, sa’i, mabit dan sebagainya. Semua memerlukan kesehatan fisik dan mental. Dua helai kain putih ihram sebagai simbol kepasrahan kepada Allah. Tanpa kekuatan iman bisa jati tidak terpanggil untuk berhaji walaupun uang banyak,” jelasnya.

Dia mengajak jemaah berikhtiar dengan mengambil semangat dari makna huruf yang membentuk kata haji. Yaitu h (himmah yang berarti cita-cita), a (azzam yang bermakna bertekad bulat), j (jihad yang artinya sungguh-sungguh) dan i (ishlah yang berarti selamat).

“Hendaknya kita semua harus memposisikan diri sebagai hamba yang bersungguh-sungguh ingin melaksanakan ibadah haji agar menjadi tamunya di Baitullah,” lanjutnya. (Nadhiroh/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *