Beritawonogiri.com [JAKARTA] – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima kunjungan Pengurus Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) di Ruang Rapat Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Selasa (1/7/2025). Pertemuan ini, sebagaimana diungkapkan Fadli melalui akun X @fadlizon, membahas afirmasi akses Dana Abadi Kebudayaan untuk pelaku budaya guna mendukung pelestarian cagar budaya dan adat istiadat Nusantara.
MATRA, sebagai wadah silaturahmi antar kerajaan dan lembaga adat di Indonesia, menyampaikan usulan agar komunitas adat mendapatkan dukungan lebih besar dalam menjaga warisan budaya. “Kami sepakat memperkuat sinergi untuk memastikan Dana Abadi Kebudayaan dapat diakses pelaku budaya, termasuk untuk pelestarian cagar budaya,” ujar Fadli.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung kegiatan berbasis komunitas adat, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ketua Umum MATRA, Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodiningrat, menyoroti pentingnya afirmasi kebijakan untuk komunitas adat dalam mengelola situs budaya, seperti keraton dan situs arkeologi.
Hingga 2025, Kementerian Kebudayaan mencatat 4.924 cagar budaya terdata, namun hanya 228 yang berstatus Cagar Budaya Nasional. “Kami berharap Dana Abadi Kebudayaan dapat mempercepat pemeringkatan dan pelestarian situs-situs ini,” kata Kusumodiningrat.
Pertemuan ini juga membahas rencana digitalisasi warisan budaya untuk meningkatkan literasi publik, termasuk melalui platform Indonesia Culture yang diluncurkan Kemenbud pada Mei 2025.
Dana Abadi Kebudayaan, yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), telah mengalokasikan Rp3,3 triliun pada 2024 untuk mendukung kegiatan seni, festival adat, dan pelestarian cagar budaya. Fadli menegaskan, kolaborasi dengan MATRA akan memperkuat peran masyarakat adat sebagai garda terdepan pelestarian budaya.






