Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Guna mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berharap agar perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) berkantor di wilayahnya. Keberadaan kantor perwakilan ini dianggap penting untuk mempermudah koordinasi dan memperpendek rentang kendali, sehingga program dapat berjalan lebih efektif.
Permintaan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (28/8/2025). “Jateng siap memfasilitasi kantor bagi BGN. Kami ingin perwakilan pusat itu ada di tempat kita,” kata Ahmad Luthfi.

Menurut Gubernur, kehadiran perwakilan BGN akan sangat menunjang akselerasi Satuan Tugas (Satgas) MBG di Jawa Tengah. Ia mengungkapkan bahwa Satgas MBG di Jateng sudah terbentuk bahkan sebelum ada perintah resmi dari Kementerian Dalam Negeri, menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menggarap program ini.
Beberapa kabupaten di Jawa Tengah, seperti Jepara, Kudus, dan Demak, sudah membentuk Satgas MBG. Pembentukan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/88 Tahun 2025 untuk tingkat provinsi dan Keputusan Bupati Nomor 445.2.4/118 Tahun 2025 untuk tingkat kabupaten/kota.
Secara umum, jumlah Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah saat ini mencapai 877 unit, menjadikannya yang tertinggi kedua secara nasional. Namun, angka tersebut masih jauh dari target. “Harusnya SPPG di Jawa Tengah itu 3.214 unit, ini baru 877 unit. Masih kurang 2.337 unit yang belum terbentuk,” jelas Gubernur.
Ahmad Luthfi juga menyoroti pentingnya pengawasan. Ia memberikan masukan agar Satgas Daerah dilibatkan secara aktif, mengingat sempat terjadi kasus keracunan di Kabupaten Sragen. Peran pengawasan yang kuat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa dan memastikan kualitas makanan yang diberikan.(*)






