Kedai Dim Dim Soco, Ikon Durian Wonogiri Timur

Pedagang Lokal hingga Ngebel Ponorogo Kulakan

BeritaWonogiri.com [SLOGOHIMO] – Durian Wonogiri kembali menjadi primadona di musim panen yang berlangsung sejak Desember. Aroma durian matang pohon yang menggoda membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha durian di wilayah ini. Salah satunya adalah Kedai Dim Dim Durian yang berlokasi di Dusun Soco, Desa Soco, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Di puncak musim panen, kedai ini mampu meraih omzet antara Rp1 juta hingga Rp4 juta per hari, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Kedai milik Dimas Ade Kurniawan tersebut kini menjadi tujuan favorit para pecinta durian, baik dari Wonogiri maupun luar daerah. Keunggulannya terletak pada komitmen hanya menjual durian matang pohon, sehingga kualitas rasa menjadi jaminan utama bagi para pembeli.

Musim panen durian yang berlangsung beberapa bulan ini menjadi momentum emas bagi pelaku usaha durian lokal. Permintaan meningkat signifikan, seiring tingginya minat masyarakat terhadap durian berkualitas dengan rasa legit dan aroma kuat.

Dimas menyebut, setiap hari pihaknya mampu menyediakan sekitar 200 buah durian siap jual. Jumlah tersebut disesuaikan dengan permintaan pasar yang terus meningkat.

“Setiap hari kami mampu menyediakan sekitar 200 buah durian siap jual,” ujar Dimas, Senin (19/1/2026).

Lonjakan penjualan biasanya terjadi pada akhir pekan dan hari libur. Banyak pelanggan datang secara rombongan untuk menikmati durian langsung di lokasi atau membeli sebagai oleh-oleh.

Nama Kedai Dim Dim Durian kian dikenal karena konsistensinya menjaga mutu. Bagi pecinta durian, kedai ini menjadi jujugan wajib ketika berburu durian Wonogiri berkualitas.

Berbeda dengan sebagian pedagang lain, Kedai Dim Dim hanya menjual durian yang dipanen setelah matang di pohon. Hal ini diyakini mampu menjaga cita rasa asli durian tanpa rasa hambar atau getir.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Dimas menjalin kerja sama dengan petani durian lokal. Pasokan berasal dari kebun-kebun durian di Desa Soco dan sekitarnya yang terkenal subur.

Tak hanya pembeli eceran, Kedai Dim Dim juga menjadi tempat kulakan bagi sejumlah pedagang durian dari berbagai wilayah.

Pedagang dari Bondalem, Sedayu, Gunan, hingga kawasan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, rutin mengambil pasokan durian dari Kedai Dim Dim. Mereka menilai kualitas durian Wonogiri, khususnya dari Soco Slogohimo, tidak kalah dibandingkan daerah penghasil durian lain yang lebih dulu populer.

Rasa legit, tekstur daging tebal, dan aroma kuat menjadi keunggulan durian Wonogiri. Tak heran jika permintaan terus meningkat dari luar daerah.

Dalam menjalankan usahanya, Dimas menerapkan sistem “tebas” sejak 2017. Sistem ini dilakukan dengan membeli durian dari petani sebelum matang, sehingga proses panen dapat dikontrol dengan baik.

Usaha Kedai Dim Dim Durian sendiri dirintis sejak tahun 2008. Seiring meningkatnya pengalaman dan kepercayaan pelanggan, bisnis ini terus berkembang hingga menjadi salah satu ikon durian di Wonogiri Timur.

Beragam varietas durian tersedia di Kedai Dim Dim, mulai dari durian lokal khas Desa Soco hingga jenis unggulan seperti Bawor, Musang King, dan Montong. Harga dibanderol mulai Rp25 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung ukuran dan jenis.

Kedai juga menawarkan paket hemat, seperti empat buah durian seharga Rp100 ribu, bahkan bonus satu buah untuk pembelian tertentu.

Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, pihak kedai memberikan garansi penggantian apabila durian yang telah dibuka rasanya tidak sesuai harapan.

“Kalau tidak enak, kami ganti. Kepuasan pembeli jadi prioritas,” tegas Dimas.

Ke depan, Dimas berharap Desa Soco dapat dikenal sebagai “Kampung Durian” di wilayah Wonogiri Timur. Potensi alam yang mendukung menjadi modal besar untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Dengan tanah yang subur serta musim panen yang tidak serempak, Kecamatan Slogohimo dinilai memiliki peluang besar untuk pengembangan durian berkelanjutan. Selain meningkatkan nilai jual durian Wonogiri, sektor ini juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat desa dan membuka lapangan kerja baru. (Triantotus)

Komentar