STABN Raden Wijaya Wonogiri: Kampus Buddha Ramah Lintas Agama dengan 950 Mahasiswa

Jejak Sejarah Pendirian: Dari Vihara Menjadi Kampus Negeri

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – STABN Raden Wijaya Wonogiri membuktikan keragaman budaya Indonesia melahirkan moderasi beragama yang kuat di tingkat akar rumput. Kampus yang terletak di Jalan Kantil, Bulusulur, Wonogiri, Jawa Tengah ini unik karena meski berbasis komunitas Buddha, mereka menerima mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dari berbagai latar belakang agama.

Kini, STABN Raden Wijaya menaungi 950 mahasiswa dari berbagai provinsi bahkan lintas pulau di Indonesia. Mereka belajar bersama 44 dosen yang sebagian merupakan guru besar dan doktor. Interaksi keberagaman di kampus ini berjalan kondusif dengan saling menghormati perbedaan.

Jejak Sejarah Pendirian: Dari Vihara Menjadi Kampus Negeri

Perjalanan STABN Raden Wijaya dimulai pada 1983 ketika umat Buddha dari Dusun Bulusari dan Dusun Pokoh membangun Vihara Cipta Sarana Budhi. Pembangunan vihara selesai pada 1987 dan diresmikan Bupati Wonogiri Drs. Oemarsono pada 28 Februari 1987.

Pada 1993, Bhikkhu Dewa Dharma Sutra dan Resi Surya Madya Wiryana bersama pengurus vihara menggagas Yayasan Pondok Buddhis Indonesia. Mereka membangun gedung kampus yang ditandai peletakan batu pertama pada 22 Juni 1993 oleh Direktur Urusan Agama Buddha Departemen Agama RI, Drs. Budi Setiawan.

Status Negeri dan Pengembangan Program Studi

Berdasarkan SK Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor Dj.VI/155/SK/Tahun 2007, STAB Nusantara Raden Wijaya resmi beroperasi pada 2007 dengan 224 mahasiswa pertama. Melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2011, kampus ini berubah status menjadi negeri pada 24 Februari 2011.

Dr. Sulaiman, S.Pd., M.Pd., Ph.D selaku Ketua STABN Raden Wijaya menyatakan kampusnya lahir dari semangat pengabdian membangun pendidikan tinggi keagamaan Buddha yang bermutu dan berkarakter, Jumat 27/03/2026.

Fasilitas dan Prestasi: 950 Mahasiswa dari Berbagai Penjuru Nusantara

Kampus STABN Raden Wijaya kini terakreditasi B oleh BAN-PT. Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha meraih akreditasi Unggul, sementara Kepenyuluhan Buddha dan Kepanditaan Buddha masing-masing terakreditasi A dan B.

Kampus ini terus berkembang dengan membuka program studi baru seperti Ilmu Komunikasi Buddha, Pariwisata Buddha, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Buddha pada 2019. Pada 2022, mereka juga membuka Program Pendidikan Profesi Guru.

Untuk mendukung minat bakat mahasiswa, STABN Raden Wijaya menyediakan beragam ekstrakurikuler mulai dari seni tari, karawitan, paduan suara, musik, hingga olahraga voli, badminton, futsal, dan tenis meja. (wulan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *