BeritaWonogiri.com [SIDOHARJO] – Dinas Peternakan Kabupaten Wonogiri melalui petugas Kecamatan Sidoharjo berkolaborasi dengan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menggelar program vaksinasi ternak Wonogiri di Desa Mojoreno, Kecamatan Sidoharjo, Jumat (31/7/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta produktivitas hewan ternak milik masyarakat setempat.
Kegiatan pelayanan kesehatan hewan ini difokuskan pada ternak sapi, kambing, dan domba. Petugas bersama mahasiswa mendatangi langsung kandang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hingga permukiman warga, khususnya di Dusun Wates.

Layanan antar-jemput bola atau sistem keliling (door-to-door) sengaja diterapkan agar jangkauan pelayanan kesehatan hewan menjadi lebih luas. Mekanisme ini sekaligus membantu warga yang memiliki keterbatasan sarana untuk membawa hewan ternaknya ke titik pelayanan terpusat.
Selama aksi lapangan berlangsung, tim gabungan tidak hanya menyuntikkan vaksin pencegah penyakit pada ternak. Petugas dan mahasiswa juga melalukan pendataan komprehensif mengenai populasi serta kondisi kesehatan hewan di wilayah tersebut.
“Sistem pelayanan keliling ini sangat efektif. Kami dapat memastikan kondisi kesehatan ternak secara langsung di kandang peternak, sekaligus memberikan kemudahan fasilitas medis bagi warga,” ujar salah satu perwakilan petugas lapangan Kecamatan Sidoharjo.
Pendekatan proaktif ini terbukti mendapat tanggapan antusias dari warga Desa Mojoreno. Para peternak mengaku sangat terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya maupun tenaga ekstra untuk memindahkan hewan ternak mereka.
Selain fokus pada program vaksinasi keliling, Tim KKNT Inovasi IPB juga menggandeng Paguyuban Peternak Kridho Mudo dalam sesi diskusi interaktif. Pertemuan tersebut membahas rencana pembuatan pakan tambahan berupa mineral block (blok mineral) sebagai solusi pemenuhan nutrisi mikro harian hewan.
Penggunaan mineral block dinilai mampu mendukung pertumbuhan otot, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperbaiki produktivitas susu maupun daging ternak. Program ini dirancang untuk menyelaraskan keilmuan akademis dari kampus dengan kebutuhan nyata para peternak di lapangan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, akademisi perguruan tinggi, dan paguyuban lokal, Desa Mojoreno diharapkan mampu menjadi percontohan kawasan peternakan yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri.
Penulis:
1. Muhammad Irgi Ekaputra (Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University)
2. Rafaldiansyah Alfattah Shafiq (Fakultas Peternakan IPB University)








Komentar