Review Kurikulum, Perguruan Tinggi Harus Mampu Beri Peluang Bagi Lulusan Menentukan Pekerjaan

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (ES) Staimas Wonogiri menyelenggarakan Review Kurikulum, Selasa, 28 Mei 2024. Kegiatan digelar di Kampus Staimas Wonogiri dan dihadiri reviewer Dr Agung Abdullah, MM, pakar Ekonomi Syariah, Asosiasi Dosen Ekonomi Syariah (ADESY) dan Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Syariah KDEKS Jawa Tengah.

Agenda review dihadiri dosen, mahasiswa, alumni dan stakeholder. Ketua Staimas Wonogiri, Atik Nurfatmawati, SE, MIKom menuturkan review kurikulum dilakukan sebaga ikhtiar memenuhi keperluan perguruan tinggi ke depan yang akan menghadapi akreditasi dengan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi.

”Kami berharap ke depan Pak Agung berkenan untuk mendampingi dosen-dosen setelah review kurikulum ini. Ini semua ikhtiar Staimas dalam menghadapi lembaga akreditasi,” imbuh Atik.

Baca juga: Peserta KPM Staimas Wonogiri Melakukan Presentasi Program Kerja Sebelum Terjun Ke Masyarakat

Kaprodi ES, Makhda Intan Sanusi, SH, ME, menyampaikan review kurikulum ini sangat penting karena tujuannya untuk memastikan bahwa semua materi yang diajarkan masih relevan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.

Pada pemaparannya, Agung mengemukakan pentingnya cakupan ES yang lebih luas sehingga, mampu menghasilkan lulusan yang lebih leluasa dalam menentukan pekerjaannya.

BeritaWonogiri.com/Nadhiroh

“Profil lulusan jangan dibatasi terlalu sempit sehingga mahasiswa bisa mendapatkan keleluasaan untuk menentukan ladang pekerjaan mereka, tujuannya menciptakan peluang,” tambah Agung.

Menurut Agung dalam rangka Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) maka perlu dimasukkan ke dalam rancangan kurikulum. “Point yang di hitung oleh lembaga akreditasi adalah yang mengarah kepada internasional dengan standar akreditasinya sudah Internasional maka visinya pun mencakup ke arah itu,” kata Agung.

Kesempatan review kurikulum itu benar-benar dimanfaatkan dosen-dosen Prodi ES untuk menggali lebih dalam mengenai langkah apa saja yang harus dilakukan ke depannya. (Suryono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *