BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Bulusulur menggelar pelatihan masyarakat desa anti hoax yang diikuti 25 anggota Karang Taruna. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengenali serta menangkal informasi hoax yang kian marak di era digital sekarang.
Acara berlangsung di Ruang Pertemuan Masjid Al-Hijrah Desa Bulusulur dan dibuka Pj Kepala Desa Bulusulur, Sri Sundoro, SSos, MSi l, Kamis, 29 Mei 2024. Sundoro menekankan pentingnya pemahaman yang baik tentang informasi yang beredar di masyarakat.
“Kami berharap, melalui pelatihan ini, masyarakat khususnya para pemuda dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyaring dan menyebarluaskan informasi yang benar dan bermanfaat,” ujar Pj Kepala Desa.
Baca juga: Tantangan Era Digital, Medsos Tidak Produktif, Karena Untuk Hal Tak Bermanfaat
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Giri Lumakto dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), yang memberikan materi tentang cara mengenali berita hoax, metode cek fakta, serta dampak negatif dari penyebaran informasi palsu.
Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mempraktikkan cara-cara memverifikasi informasi yang mereka temukan di media sosial maupun platform digital lainnya.

Salah satu peserta, Cahyadi mengungkapkan pelatihan ini bermanfaat baginya. “Saya jadi lebih paham bagaimana membedakan berita yang benar dan yang hoax. Sebagai anggota Karang Taruna, saya merasa bertanggung jawab untuk membantu teman-teman dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu,” katanya.
Acara ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus belajar dan mengedukasi lingkungan sekitar tentang pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Ruang Komunitas Digital Desa Bulusulur juga berjanji akan terus mendukung kegiatan-kegiatan serupa guna menciptakan masyarakat yang lebih kritis dan bijak dalam menyikapi informasi.
Pelatihan ini merupakan langkah awal yang positif bagi Desa Bulusulur dalam memerangi hoax dan meningkatkan literasi digital warganya. Harapannya, desa-desa lain dapat mengikuti jejak ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan terinformasi dengan baik. (Wahyudi)






