BeritaWonogiri.com [JATIPURNO] – Pimpinan Cabang (PC) LDII menggelar Perkemahan Akhir Tahun Permata CAI ke-45 yang berlangsung pada 4 sampai 7 Juli 2024 di Bumi Perkemahan Samaharjo, Mangunharjo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.
Tema yang dijadikan sebagai materi berjudul membangun karakter generasi muda profesional religius berwawasan kebangsaan menyambut Indonesia Emas 2045. LDII mengajak generasi muda memahami ideologi yang mengancam eksistensi bangsa Indonesia, dan terlibat aktif menjaga 4 pilar kebangsaan.
Yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca juga: Warga LDII Jatipurno Sambut Idul Adha Dengan Semangat Ketaqwaan Dan Kepedulian Sosial
Perkemahan ini diikuti sejumlah 243 peserta yang terdiri dari 39 tenda. Nuansa perkemahan semakin semarak dengan dijajakannya beraneka makanan produk lokal dalam bazar kurang lebih sejumlah 30 stan yang dipromotori oleh generasi muda LDII Jatipurno.
“Bonus demografi merupakan peluang emas bagi bangsa Indonesia. Namun permasalahan sosial yang ada akibat terbatasnya tenaga kerja menjadi ancaman terhadap peluang tersebut. Melalui rekonstruksi empat pilar kebangsaan, dan penguatan generasi muda dilaksanakan sebagai upaya preventif dan pemahaman masyarakat,” tegas KH Suyoto.
Selanjutnya, Ketua DPD LDII Wonogiri yang juga sebagai anggota DPRD Wonogiri, H Sutoyo, SAP menuturkan bangsa Indonesia menghadapi ancaman radikalisme, sosialisme dan komunisme.

“Ketiga ideologi ini, kerap disebut ekstrim kanan dan kiri yang mengancam eksistensi bangsa Indonesia, dengan melemahkan nilai-nilai dari dasar negara, yakni Pancasila. Untuk menanggulangi ancaman tersebut, perlu menciptakan generasi muda profesional religius dengan 29 karakter luhur,” katanya.
Menurutnya SDM yang memiliki kemampuan dibutuhkan untuk membangun kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik. “LDII menerapkan struktur kurikulum hybrid profesional religius. Memadukan dua lembaga, yaitu pondok pesantren dan sekolah ke dalam satu sistem,” tandasnya.
Strategi selanjutnya, adalah dengan melibatkan seluruh stakeholder pendidikan. “Mulai dari mubaligh, pengelola yayasan, pimpinan sekolah, pimpinan pondok, guru, pamong, orang tua, dan tenaga administrasi,” jelasnya.
Kegiatan perkemahan ini dibuka secara resmi pada hari Jumat, 5 Juli 2024 Sekcam Jatipurno, Dwi Susilowati, SH, MHum. Dia mengatakan, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi generasi muda, disamping untuk mengisi kegiatan liburan sekolah, juga sebagai sarana menanamkan rasa nasionalisme dan penguatan karakter di tengah-tengah dekadensi moral di kalangan anak muda Indonesia.

Hadir sebagai pemateri dari Kapolsek Jatipurno, AKP Agus Haryono dan Danramil Jatipurno, Lettu Budiono. Danramil menuturkan, lahirnya konsep bela negara berkaitan dengan proses perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda.
Dalam perjuangan ini, kesatuan dan kerjasama antar warga negara menjadi sangat penting. Oleh karena itu, konsep Bela Negara muncul sebagai salah satu bentuk tanggung jawab warga negara untuk turut serta dalam membela negara dan bangsa.
Sejalan dengan hal tersebut, “Bela Negara juga membantu meningkatkan kesadaran nasionalisme di kalangan masyarakat. Ini bisa dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan bela negara, yang membantu mempererat rasa kebersamaan dan rasa nasionalisme di kalangan masyarakat”, tutur Lettu Inf Budiono. (Thamrin)







Komentar