BeritaWonogiri.com [GIRIMARTO] – Mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 2 Staimas Wonogiri mengadakan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja dan pernikahan dini yang menyasar para remaja Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, di balaidesa setempat, Sabtu, 20 Juli 2024.
Materi sosialisasi dipilih karena kenalakan remaja dan pernikahan dini saat ini sangat marak terjadi. Sosialisasi diikuti kurang lebih 30 remaja se-Desa Semagar itu menghadirkan narasumber dosen Prodi Hukum Tata Negara (HTN) Staimas Wonogiri, Irawan Adi Wijaya, SH, MH.
Irawan menjelaskan mengenai permasalahan remaja dan hal-hal yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini. Dia menuturkan permasalahan anak atau remaja antara lain kekerasan anak, narkoba, miras, kriminal anak, pernikahan anak dan kasus bully.
Baca juga: Demi Kenyamanan Bekerja, Prajurit Koramil 18/Girimarto Mengecat Makoramil
Menurutnya, faktor penyebab terjadinya kekerasan ialah lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak, pengasuhan salah, keluarga yang belum matang secara psikologis, ketidakmampuan mendidik anak atau anak yang tidak diinginkan atau anak lahir di luar nikah, kurangnya komunikasi antara anak dengan orang tua dan keluarga yang bermasalah.
Ia juga menerangkan penyebab pernikahan dini salah satunya yaitu anak mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pola asuh orang tua terhadap anak, kurangnya pemahaman orang tua, anak dan masyarakat tentang dampak pernikahan anak.

“Dalam banyak kasus yang saya tangani, anak yang sudah terlanjur menikah pada usia dini itu kebanyakan karena hamil di luar nikah,” ujar Irawan.
Para remaja diharapkan selalu menjaga pergaulan. Dalam hukum kepolisian itu ada unit perlindungan perempuan dan anak karena perempuan dan anak itu yang banyak dirugikan. “Jika mau menikah itu dipikir-pikir dulu dan jangan didasari karena paksaan orang tua,” pesan Irawan.
Salah satu remaja, Chika Rizki Ananda yang menghadiri acara ini menanyakan bagaimana anak bersikap kalau mau cerita, butuh teman cerita tetapi orang tua masa bodo.
Irawan menyebut tidak ada orang tua yang masa bodo amat terhadap anak, tetapi mungkin orang tua itu terlihat masa bodo amat karena dia belum punya wawasan terkait hal tertentu.
“Sebenarnya orang tua itu tidak ada yang bersikap masa bodo amat terhadap anaknya,” imbuh Irawan.
Remaja yang hadir mengaku senang dengan diadakannya acara ini. “Saya senang mengikuti acara ini, karena kami bisa sharing dan berbagi pengalaman,” kata Chika.
Penanggung jawab acara sosialisasi, Intan Meliana berharap edukasi kepada remaja Desa Semagar mampu meningkatkan kesadaran remaja dan masyarakat tentang pentingnya memberikan pendidikan pada anak. (Nadhiroh/*)







Komentar