Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Pemerintah Kabupaten Wonogiri kembali menorehkan langkah nyata dalam mendukung dunia pendidikan. Selasa (16/9/2025), Pemkab secara simbolis menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa SD/MI dan SMP/MTs di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.
Total penerima manfaat pada tahun 2025 ini mencapai 21.321 siswa, dengan anggaran sebesar Rp10.285.987.965. Sejak digulirkan pada tahun 2020, program ini menjadi salah satu kebijakan unggulan Pemkab Wonogiri. Selain mencegah angka putus sekolah, program ini juga menjadi simbol keberlanjutan pembangunan sektor pendidikan.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno yang didampingi Wakil Bupati Imron Rizkyarno. Untuk jenjang SD/MI, seragam yang diberikan berupa seragam jadi merah putih, batik, dan pramuka. Sedangkan bagi siswa SMP/MTs, Pemkab menyediakan bahan kain seragam biru putih, batik, dan pramuka.
“Ini adalah bentuk nyata konsep keberlanjutan yang dilaksanakan di Wonogiri. Nilai manfaatnya sudah dirasakan seluruh warga masyarakat,” ujar Bupati Setyo Sukarno.

Tak berhenti di sini, program seragam gratis dipastikan berlanjut dengan perluasan sasaran. Mulai tahun depan, anak-anak TK/PAUD juga akan menerima seragam gratis. Pemkab menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar khusus untuk pengadaan seragam batik dan olahraga bagi peserta didik di jenjang tersebut.
Menurut Setyo, langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk meringankan beban orang tua sekaligus mendukung amanat wajib belajar. “Tahun depan, kita lanjutkan. Ditambah seragam gratis bagi siswa TK/PAUD,” tegasnya.
Program seragam sekolah gratis di Wonogiri terbukti memberikan dampak sosial yang signifikan. Di tengah berbagai kesulitan ekonomi yang dihadapi orang tua, program ini menjadi penopang biaya pendidikan dan bukti kepedulian pemerintah daerah terhadap generasi penerus bangsa.
“Setiap penggunaan APBD harus cermat, memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan hukum. Itulah prinsip yang kami pegang,” imbuh Setyo.
Dengan kebijakan ini, Wonogiri kembali mengukuhkan diri sebagai daerah yang konsisten menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan. Harapannya, langkah positif ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adil, dan merata.(*)







Komentar