BeritaWonogiri.com [PONOROGO, JAWA TIMUR] – Civitas akademika SMKN 2 Ponorogo, Provinsi Jawa Timur menggelar upacara Hari Lahir Pancasila di halaman sekolah, Sabtu, 1 Juni 2024. Upacara berlangsung meriah dengan berbagai pakaian nasional, termasuk pakaian adat dan kebaya, yang dikenakan para peserta.
Semua warga sekolah turut serta dalam kegiatan ini dengan semangat kebersamaan, menciptakan momen yang penuh makna dan kebanggaan akan nilai-nilai kebangsaan.
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Farida Hanim Handayani, SPD, MPd, mengapresiasi kehadiran para siswa serta dukungan dari wali murid yang telah memberikan izin kepada anak-anak mereka untuk mengikuti upacara meski diadakan pada hari Sabtu.
Baca juga: Jajanan Tradisional Jemblem Dan Cenil, Karya P5 SMKN 2 Ponorogo
“Saya mengapresiasi kehadiran kalian semua pada hari ini. Meskipun hari ini hari Sabtu, kalian tetap berkenan hadir untuk mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila. Ini sangat luar biasa, dan sebagai bentuk apresiasi, kami telah menyiapkan ratusan hadiah dan doorprize untuk kalian yang bisa menjawab beberapa pertanyaan dari Bapak Ibu Guru,” katanya.
Saat itu Farida juga membacakan pidato dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam pidatonya, Farida menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tema peringatan tahun ini, Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045, menurutnya, mengingatkan akan pentingnya Pancasila dalam menyatukan berbagai perbedaan dan menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.

Farida juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, mengingat tantangan global yang semakin kompleks dan pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai acara yang mengingatkan para siswa akan pentingnya Pancasila. Salah satu kegiatan adalah menyanyikan lagu Garuda Pancasila bersama-sama.
Selain itu, diadakan juga kuis-kuis mengenai makna dan simbol Pancasila dengan hadiah menarik, termasuk voucher dengan nominal bervariasi dari Rp50.000 hingga Rp200.000. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan para siswa tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Teguh Widodo, SPd, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pihak sekolah. “Kegiatan ini sangat baik untuk memberikan pemahaman positif tentang pentingnya Pancasila sebagai lambang dan ideologi negara,” ujar Teguh.
Dalam sesi kuis, Teguh menanyakan arti dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Ternyata, hanya satu siswa yang berani menjawab pertanyaan tersebut, kondisi ini menunjukkan masih perlunya peningkatan literasi siswa terhadap sejarah. (Thamrin)







Komentar