BeritaWonogiri.com [PRASIMANTORO] – Jembatan Dungtemu di Desa Banaran, Kecamatan Pracimantoro, kembali menjadi sorotan setelah dilakukan pengecekan langsung oleh jajaran Brimob Polda Jawa Tengah. Pengecekan yang dipimpin Danyon C Pelopor Sat Brimob, KOMPOL Langgeng Sugito, pada Senin (8/12/2025) ini menindaklanjuti instruksi pimpinan terkait rencana perbaikan jembatan yang menjadi perhatian pemerintah pusat.
Jembatan sepanjang 21 meter dengan lebar 2,5 meter ini merupakan akses vital bagi mobilitas warga setempat. Kehadiran tim Brimob bersama unsur Polres Wonogiri dan perangkat desa menandakan keseriusan penanganan infrastruktur strategis ini.
“Kami hadir menindaklanjuti perintah pimpinan. Jembatan ini menjadi atensi Presiden, sehingga Polri termasuk Brimob siap mendukung penuh,” tegas KOMPOL Langgeng Sugito di lokasi.
Dalam penjelasannya, perwira Brimob tersebut menegaskan bahwa dukungan yang diberikan akan bersifat konkret. Batalyon C Pelopor siap membantu penguatan personel dan mendukung kebutuhan logistik di lapangan, termasuk penyediaan dapur umum yang dapat disinergikan dengan warga dan personel Polres Wonogiri.
“Kami menunggu instruksi lebih lanjut dari Kapolres Wonogiri. Efisiensi tenaga dan konsumsi harus dapat dimaksimalkan agar anggaran benar-benar fokus untuk kebutuhan jembatan,” jelas Sugito.
Pendekatan ini menunjukkan strategi yang matang: memastikan sumber daya dan anggaran yang ada dialokasikan secara optimal untuk substansi perbaikan jembatan, sementara Brimob dan Polri membantu dari sisi pengamanan dan logistik pendukung.
Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, melalui Kasihumas AKP Anom Prabowo, menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara Brimob, jajaran Polres, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Pengecekan jembatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang aman dan layak pakai menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan keselamatan warga,” ujar AKP Anom Prabowo.
Ia menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup memastikan pelayanan publik dan program pemerintah berjalan lancar.
“Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Kami siap mendukung proses perbaikan jembatan Dungtemu bersama stakeholder terkait,” jelasnya.
Keberadaan Jembatan Dungtemu sangat krusial bagi ratusan warga Desa Banaran dan sekitarnya. Sebagai penghubung utama, kondisi jembatan yang kurang layak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses anak-anak ke sekolah. Perhatian khusus dari tingkat pusat yang kemudian ditindaklanjuti oleh aparat keamanan di lapangan memberikan angin segar bagi warga yang selama ini bergantung pada infrastruktur tersebut.
Langkah pengecekan ini juga bukan tindakan insidental. KOMPOL Langgeng Sugito menyatakan bahwa Brimob berencana melakukan pengecekan serupa terhadap beberapa jembatan lain di Kabupaten Wonogiri. Hal ini sebagai bagian dari langkah pemetaan kondisi infrastruktur secara lebih luas, mengidentifikasi titik-titik rawan yang memerlukan intervensi segera.
Di akhir pernyataannya, AKP Anom Prabowo mengajak partisipasi aktif masyarakat. Ia meminta warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan memberikan informasi jika ada kondisi infrastruktur lain di lingkungannya yang berpotensi membahayakan.
Ajakan kolaborasi ini menekankan bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, perbaikan Jembatan Dungtemu dan infrastruktur vital lainnya diharapkan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan, sehingga benar-benar mensejahterakan warga.(*)







Komentar