BeritaWonogiri.com [NGUNTORONADI] – Anggota TNI Koramil 04/Nguntoronadi, Kodim 0728/Wonogiri, turun langsung bergotong royong bersama warga Desa Ngadipiro untuk membersihkan dan memperbaiki jalan yang rusak, Sabtu (6/12/25). Bagaimana bentuk sinergi ini dan sejauh mana dampaknya bagi akses transportasi masyarakat setempat? Kegiatan yang melibatkan sekitar 30 warga ini fokus pada pembersihan tepi jalan dan pengurukan jalan berlubang dengan material sirtu.
Yang bertindak sebagai perwakilan Danramil 04/Nguntoronadi, Peltu Lutfi, menjelaskan secara detail sasaran kerja bakti kali ini. Kegiatan difokuskan pada perawatan fasilitas umum yang vital bagi mobilitas warga.
“Sasaran karya bakti meliputi pembersihan/pemotongan rumput dan pemangkasan pepohonan tumbuh liar di kanan kiri jalan sepanjang kurang lebih 750 m, juga pengurukan jalan berlobang yang berada di badan jalan tersebut dengan Sirtu,” tutur Peltu Lutfi.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen TNI untuk selalu siap bahu-membahu dengan masyarakat. “Kami selalu siap bersama masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas umum. Karena jalan akses lalu lintas yang sangat penting bagi aktivitas pengguna jalan, jadi harus dijaga dan dirawat bersama,” tambahnya. Pernyataan ini menegaskan peran TNI tidak hanya di bidang pertahanan, tetapi juga dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Ngadipiro, Ahmad Wibowo, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keterlibatan langsung TNI dalam kegiatan kemasyarakatan ini. Menurutnya, kehadiran anggota TNI memberikan energi dan semangat tambahan bagi warga.
“Ucapan terima kasih kepada bapak-bapak TNI Koramil 04/Nguntoronadi yang telah ikut membaur dalam kerja bakti saat ini, sehingga menambah semangat warga yang terlihat sangat antusias,” ucap Kades Ahmad Wibowo.
Ia juga melihat nilai edukasi dan sosial yang lebih dalam dari kolaborasi ini. “Keterlibatan TNI dalam kegiatan ini benar-benar menjadi salah satu bentuk edukasi penting tentang tanggung jawab sosial dalam bergotong royong dan cinta lingkungan sehingga tercipta kemanunggalan TNI dengan masyarakat yang begitu erat,” pungkasnya. Hal ini mencerminkan terwujudnya hubungan yang solid antara komponen bangsa di tingkat akar rumput.
Aksi kerja bakti ini bukan sekadar aktivitas fisik membersihkan lingkungan. Ini adalah implementasi nyata dari doktrin kemanunggalan TNI dan rakyat. Dalam praktiknya, terlihat bagaimana Peltu Lutfi beserta lima anggota lainnya tidak segan mengangkat cangkul, memangkas rumput, dan mengangkut material bersama warga.
Kegiatan seperti ini memperkuat ikatan emosional dan memupuk rasa kepemilikan bersama terhadap infrastruktur publik. Perbaikan jalan di Desa Ngadipiro yang dilakukan secara swadaya ini juga menjadi contoh positif bagaimana masalah infrastruktur skala desa dapat diatasi dengan kolaborasi, tanpa selalu menunggu intervensi penuh dari pemerintah pusat atau daerah.
Dengan demikian, gotong royong ini menghasilkan dua manfaat sekaligus: jalan akses yang lebih aman dan lancar bagi warga, serta hubungan sosial antara TNI dan masyarakat yang semakin erat dan saling percaya. (Begug SW.)







Komentar