Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, Jamin Irigasi 50 Hektare Sawah

Dikerjakan 189 Hari Kalender

BeritaWonogiri.com [SRAGEN] – Embung Plosorejo Sragen resmi dioperasikan setelah diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Rabu (4/3/2026). Infrastruktur air berkapasitas lebih dari 25 ribu meter kubik itu diproyeksikan menjamin pasokan irigasi bagi sekitar 50 hektare lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.

Peresmian Embung Plosorejo Sragen menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja gubernur di wilayah tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan pembangunan embung sebagai strategi konkret memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa air merupakan faktor utama keberhasilan pertanian. Ia menyebut ketersediaan air menentukan produktivitas dan intensitas tanam petani.

“Dalam pertanian itu kuncinya air. Wong nanam itu kuncinya banyu. Karena itu kita bangun embung untuk menampung air hujan supaya saat kemarau masih bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah,” ujarnya.

Dengan kapasitas tampungan sekitar 25.145 meter kubik, Embung Plosorejo Sragen diharapkan mampu menjaga suplai air secara berkelanjutan. Keberadaan embung ini memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam, bahkan di tengah keterbatasan air saat musim kering.

Menurut gubernur, pembangunan embung bukan hanya soal infrastruktur fisik. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi menyediakan air baku sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi swasembada pangan.

Embung Plosorejo Sragen merupakan embung ketiga yang diresmikan Pemprov Jawa Tengah pada awal 2026. Sebelumnya, gubernur telah meresmikan Embung Karangjati di Kabupaten Blora dan Embung Geblog di Kabupaten Temanggung.

Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat agar menjaga fasilitas tersebut secara bersama-sama.

“Embung ini harus dirawat bersama. Jaga kebersihannya dan manfaatkan dengan baik untuk mendukung pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan pembangunan embung ini merupakan tindak lanjut atas usulan masyarakat sejak 2018.

Proyek Embung Plosorejo Sragen dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp4,28 miliar.

Pengerjaan dilakukan selama 189 hari kalender, mulai 24 Juni hingga 29 Desember 2025. Secara teknis, embung memiliki luas genangan sekitar 9.170 meter persegi dengan ketinggian muka air mencapai empat meter.

Sumber air berasal dari air hujan dan saluran irigasi yang dimanfaatkan menggunakan sistem pompa.

Konstruksi embung menggunakan lining beton bertulang yang dilengkapi pagar pengaman, pelimpah, serta kolam lumpur. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga fungsi tampungan air tetap optimal dan berkelanjutan.

Keberadaan Embung Plosorejo Sragen diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi petani di Desa Guworejo dan sekitarnya. Dengan pasokan air yang lebih stabil, risiko gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan.

Pemerintah provinsi optimistis pembangunan embung-embung baru akan memperkuat daya tahan sektor pertanian Jawa Tengah dalam menghadapi perubahan iklim. Infrastruktur air dinilai menjadi investasi jangka panjang yang manfaatnya dirasakan lintas generasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *