Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas Kawasan Industri Kendal (KIK) dan membangun kawasan industri baru mendapat sambutan positif dari mitra strategis internasional. Dukungan kuat ini salah satunya datang dari Sembcorp Industries Ltd, perusahaan yang berbasis di Singapura.
Chief Operating Officer Integrated Urban Solutions Sembcorp Industries Ltd, Gareth Wong, mengungkapkan apresiasinya usai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Rabu (27/8/2025). “Kami berdiskusi dengan baik tentang investasi di Kendal dan merayakan keberhasilan kami sejauh ini,” kata Gareth Wong. Ia juga berterima kasih atas dukungan Pemprov Jateng yang dinilai sangat kuat.

Pertemuan tersebut membahas berbagai pencapaian di Kawasan Industri Kendal, yang akan merayakan satu dekade keberadaannya pada 2026 mendatang. Dengan dukungan penuh dari Gubernur Ahmad Luthfi, Sembcorp berharap investasi di Jawa Tengah, khususnya di KIK, dapat terus meningkat.
Menurut Gareth, potensi pengembangan industri di Jawa Tengah masih sangat besar. Ia mencontohkan pertumbuhan pesat di KIK, yang kini menarik beragam industri, mulai dari tekstil, elektronik, panel surya, hingga bahan baku baterai. “Saya pikir ini terus menarik berbagai investasi, dan banyak investasi asing langsung sekarang tertarik di area ini,” jelasnya.
Menanggapi rencana Pemprov Jateng untuk memperluas kawasan industri, Gareth menyambut baik. Ia melihat Indonesia—khususnya Jawa Tengah—sebagai area yang sangat menarik dan memiliki era pertumbuhan yang kuat di masa depan.
Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih atas kerja sama dari Sembcorp Industries dan PT Jababeka Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa Kawasan Industri Kendal akan diperluas, dan beberapa wilayah lain seperti Cilacap dan Kebumen juga telah menyiapkan lahan untuk kawasan industri baru. “Kemarin seluruh kepala daerah di Jawa Tengah sudah dikumpulkan untuk membuat kawasan industri mengingat potensinya yang masih besar,” kata Gubernur.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, menambahkan, realisasi investasi di Jawa Tengah hingga semester I 2025 telah mencapai Rp 45,58 triliun. Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi, dengan Singapura sebagai negara investor terbesar. Kendal menjadi salah satu primadona investasi dengan nilai Rp 5,73 triliun, yang berpotensi menyerap hingga 500.000 tenaga kerja.(*)






