Kemenlu Puji Strategi Gubernur Jateng: Potensi Budaya Jadi Daya Dobrak Investasi Dunia

PMA Sumbang 58 Persen Realisasi Investasi

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk mengakselerasi promosi potensi daerah di kancah internasional. Melalui penguatan diplomasi soft power Jawa Tengah, pemerintah optimistis kekayaan budaya, pariwisata, dan produk lokal dapat menjadi instrumen utama dalam menarik minat investor global serta memperluas jangkauan pasar ekspor.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Subolo, mengapresiasi langkah proaktif Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang terjun langsung mempromosikan keunggulan daerah kepada mitra internasional. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah krusial untuk memperkenalkan Indonesia melalui nilai-nilai harmoni dan kebudayaan yang adiluhung.

Akselerasi Investasi Melalui Kekuatan Budaya

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur pada Senin (6/4/2026) tersebut menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki modal kuat berupa infrastruktur kerja sama sister province dan sister city. Heru menilai, fondasi ini mempermudah Kemenlu dalam membantu daerah melakukan promosi investasi dan peningkatan kapasitas (capacity building).

“Dunia perlu mengenal Indonesia bukan hanya dari kekuatan politik, tetapi dari budaya yang harmonis dan penuh nilai. Jawa Tengah memiliki semua itu. Kami akan mengakselerasi potensi produk hingga pariwisata Jateng ke tingkat global,” tegas Heru.

PMA Sumbang 58 Persen Realisasi Investasi

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik dukungan penuh Kemenlu dalam memperkuat diplomasi soft power ini. Ia mengungkapkan bahwa saat ini sektor Penanaman Modal Asing (PMA) memegang peranan vital, dengan kontribusi mencapai 58 persen dari total realisasi investasi di Jawa Tengah pada tahun 2025.

“Ini menjadi peluang besar. Jika Kementerian Luar Negeri dapat menjembatani promosi di sektor budaya, perdagangan, maupun pariwisata, dampaknya akan sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Luthfi.

Berdayakan Diaspora untuk ‘Daya Dobrak’ UMKM

Salah satu poin penting dalam kolaborasi ini adalah pemanfaatan jaringan perwakilan RI di luar negeri serta diaspora Indonesia. Ahmad Luthfi menegaskan, pihaknya ingin memastikan produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Jawa Tengah tidak hanya sekadar tampil, tapi memiliki daya saing kuat di pasar internasional.

“Melalui Kemenlu, kami ingin menjembatani dengan diaspora agar produk UMKM Jawa Tengah memiliki daya dobrak lebih kuat di pasar internasional,” imbuhnya.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar Jawa Tengah sebagai destinasi investasi yang stabil sekaligus pusat kebudayaan dunia yang mampu menggerakkan roda ekonomi nasional melalui pendekatan diplomasi yang humanis dan berkelanjutan. (*)

Komentar