BeritaWonogiri.com [KARANGTENGAH] – Dalam upaya mendukung pencegahan stunting dan hipertensi di Indonesia, Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-TI) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar serangkaian kegiatan di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri.
Program bertajuk Sebari-Sehat Bersama Ngambarsari-berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 24 Juli 2024, melibatkan ibu bayi dan balita, ibu hamil, wanita usia subur, kader posyandu serta lansia desa tersebut.
Menurut Mikhael Andya Sekar Putri, Tim KKNT Inovasi IPB Desa Ngambarsari 2024, program Sebari dirancang untuk mengatasi masalah stunting dan hipertensi yang masih menjadi perhatian serius. Kasus stunting Di Desa Ngambarsari per Mei 2024 cukup tinggi yaitu 31 balita mengalami stunting dan sebanyak 80% lansia di setiap posbindu menderita hipertensi.
Melalui pendekatan holistik yang mencakup sosialisasi pencegahan stunting dan hipertensi serta konsultasi gizi. Program ini bertujuan mengatasi dan mencegah masalah stunting dan hipertensi serta meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik pangan dan gizi di masyarakat Desa Ngambarsari.
Andya menjelaskan, rangkaian kegiatan Sebari dilaksanakan di sebelas posyandu Desa Ngambarsari yaitu posyandu Dusun Bulu, Dusun Tanggung, Dusun Pojok, Dusun Ngambar Wetan, Dusun Klepu, Dusun Tanggung, Dusun Ngambar Kulon, Dusun Godang, Dusun Sempu, Dusun Jati, dan Dusun Ngunut.
“Sosialisasi pencegahan stunting menjadi fokus utama dalam program Sebari. Dalam kegiatan ini, tim KKN-TI IPB menjelaskan materi mengenai stunting, ASI eksklusif, MPASI, pedoman gizi seimbang, serta perilaku hidup bersih dan sehat [PHBS],” ujarnya.

Para peserta diajak untuk memahami faktor penyebab stunting dan cara efektif untuk mencegah. Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu serta kader posyandu dalam menghadapi masalah stunting.
Tingginya penderita hipertensi Di Desa Ngambarsari menjadi perhatian khusus oleh tim KKN-TI IPB sehingga dalam rangkaian kegiatan program Sebari terdapat sosialisasi pencegahan hipertensi sebagai upaya pencegahan hipertensi pada lansia. Materi yang dijelaskan dalam sosialisasi ini adalah pengertian hipertensi, tanda dan gejala hipertensi, penyebab hipertensi, makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan, anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak, serta aktivitas fisik bagi lansia.
Tidak hanya memberikan sosialisasi pencegahan hipertensi, mahasiswa KKN-TI IPB mengajak para lansia untuk senam bersama yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani lansia sebagai upaya pencegahan hipertensi.
Selain sosialisasi, kata Andya, program SEBARI juga menyediakan layanan konsultasi gizi. Dalam sesi ini, para peserta dapat berkonsultasi langsung dengan mahasiswa gizi yang tergabung dalam tim KKN-TI IPB.
“Konsultasi ini bertujuan memberikan solusi terhadap masalah gizi yang dialami oleh masyarakat Desa Ngambarsari. Dengan adanya layanan ini, diharapkan para ibu hamil, ibu bayi dan balita, wanita usia subur, serta lansia dapat menerapkan pola makan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang serta mampu mencegah stunting dan hipertensi,” tandasnya.

Program Sebari diikuti 675 peserta di 11 posyandu balita dan posbindu lansia pada setiap rangkaiannya. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya tingkat kehadiran dan partisipasi aktif dalam setiap sesi. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, diharapkan para ibu dan kader posyandu dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga angka stunting di Desa Ngambarsari dapat berkurang secara signifikan.
“Keberhasilan program Sebari ini dapat menjadi contoh bagi wilayah-wilayah lain dalam upaya pencegahan stunting. Upaya pencegahan stunting sudah pasti lebih efektif dengan kolaborasi bersama Tim KKN-T Inovasi IPB University, perangkat desa, dan masyarakat,” tandasnya.
Program Sebari yang dilaksanakan tim KKN-TI IPB di Desa Ngambarsari merupakan langkah konkret yang berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting. Melalui sosialisasi pencegahan stunting, sosialisasi pencegahan hipertensi, dan konsultasi gizi, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pangan dan gizi.
Dengan kerjasama yang baik antara semua pihak, diharapkan upaya ini dapat membantu mengurangi angka stunting dan hipertensi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Ngambarsari. (*)
Penulis : Mikhael Andya Sekar Putri
Editor: Triantotus






