Menggantikan Sang Mamah, Levina Istiazah, Jemaah Calon Hajah Termuda Asal Jawa Tengah

Vina : Ibadah Haji Bukan Sekedar Ritual

BeritaWonogiri.com (MADINAH) – Usianya baru beranjak 18 Tahun saat berangkat ke Tanah Suci menunaikan Ibadah Rukun Islam ke lima Tahun ini.

Adalah Levina Istiazah, gadis cantik muda belia asal Jawa Tengah ini tercatat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai jamaah calon haji termuda dari Indonesia. Tak heran keberadaannya di rumah Allah kerap menjadi sorotan jamaah calon haji lainnya.

Levina berangkat ke Tanah Suci ikut kelompok terbang (kloter) 15 Embarkasi Solo (SOC 15) yang terbang ke Tanah Suci pada 5 Mei 2025 lalu.

Dikutip Situs Kemenag.go.id, Levina berangkat haji menggantikan mamahnya yang sudah menghadap Illahi.

“Saya bisa berangkat karena mamah saya, meski seharusnya beliau yang berada di posisi saya sekarang,” kata Vina saat dihubungi wartawan Kemenag, Minggu, 18 Mei 2025.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengatakan, orang tuanya mendaftar haji pada 2012. Mendapat porsi keberangkatan pada 2025. Artinya, butuh 13 tahun masa penantian.

“Sejak mama wafat, belum ada pikiran langsung untuk nggantiin mama. Jadi, saya juga mengalami masa tunggu sekitar 4 tahun sebelum berangkat,” ujarnya mengenang sang ibunda.

Meski hanya menggantikan sang ibu, Vina tetap bersyukur ditakdirkan bisa berhaji di usia muda. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk melihat Ka’bah secara langsung, menghadap kiblat yang selama ini kita tuju dalam setiap salat,” ungkapnya.

Vina terbang ke Tanah Suci pada 5 Mei 2025, pukul 12 siang WIB. Ia dan ayahnya sempat menunggu 24 jam di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, sebelum akhirnya berangkat menunaikan rukun Islam kelima.

Mahasantri semester dua Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Pesantren Ar-Rayah, Sukabumi, Jawa Barat ini mengaku harus cuti kuliah selama satu semester demi bisa mengikuti seluruh rangkaian manasik haji.

Vina  tercatat sebagai mahasantri takhassus di STIBA Ar-Rayah, kampus berbasis pesantren di Sukabumi Jawa Barat. Sebelum kuliah, Vina lulus dari Pesantren Daarul Atqiyaa, Kertayasa, Kramat, Kabupaten Tegal.

Di pondok tahfidz itu, ia berhasil menghafal Al-Qur’an hingga 15 juz. Sosoknya yang ramah dan periang ini dikenal aktif dan gemar mencoba sesuatu yang baru.

 

Perjalanan Spiritual

Bagi Vina, haji bukan sekadar perjalanan biasa. Haji merupakan perjalanan spiritual. Haji adalah panggilan Allah. Ini undangan khusus dari Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

“Setiap muslim yang merespons panggilan ini sadar bahwa haji bukan hanya ritual. Akan tetapi  kehendak-Nya untuk memperbaiki diri, memperbarui iman, dan mendalami makna hidup,” tuturnya penuh haru.

Panggilan haji juga tidak hanya bergantung pada kesiapan fisik atau finansial. “Jika belum dipanggil Allah, sehebat apapun usaha seseorang, ia tidak akan sampai ke Baitullah. Tapi kalau Allah sudah mengundang, jalan itu pasti ada,” ujarnya berfilosofi.

Saat ditanya tentang pesan bagi generasi muda, Vina menyampaikan harapan mendalam. Ia menyemangati generasi muda untuk segera mendaftar haji karena masa tunggunya sampai puluhan tahun.

“Segeralah mendaftar haji. Sebab, antreannya bisa puluhan tahun. Ketika muda, tubuh masih kuat untuk menjalankan semua rukun dan sunnah haji secara sempurna. Ini bukan hanya ibadah fisik, tapi juga pematangan kepribadian dan spiritualitas,” tuturnya.

Levina Istiazah adalah bukti nyata bahwa panggilan suci ke Tanah Haram bisa datang kepada siapa saja, kapan saja, bahkan di usia yang belum genap dua dekade. Sebuah inspirasi bagi kaum muda generasi milenial dan Gen-Z untuk tidak menunda-nunda dalam menjawab panggilan-Nya.

Sebelumnya, video pendek tentang Vina viral di media sosial TikTok dan YouTube Kemenag Jateng. Hingga tiga hari tayang, video tersebut disukai ribuan warganet, dikomentari, dan dibagikan ratusan akun. “Saya kaget dan nggak nyangka,” pungkas Vina. (Irfandy/Ova/Kemenag.go.id))

Komentar