BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Penyuluh Agama Wonogiri, H Asfari, SAg, mengajak kepada jamaah Masjid Darul Iman Ndaryatman, Pokoh, Wonoboyo, Wonogiri untuk menyambut Ramadan dengan membersihkan diri lahir dan batin. Ajakan itu disampaikan Asfari pada pengajian Minggu, 10 Maret 2024.
Asfari menuturkan salah satu tradisi yang berkembang di masyarakat sebelum Ramadan yaitu tradisi padusan. “Biasanya padusan diwujudkan dalam bentuk mandi keramas, sebagai mandi besar, mandi sunah yang dianjurkan bagi umat Islam ketika hendak menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan,” kata Asfari.
Menurut Asfari padusan berasal dari kata dasar adus (mandi). Padusan, imbuh dia, memiliki makna yang lebih luas, bukan sekedar mandi. “Akan tetapi, padusan itu bermaksud bersih-bersih total. Bersih jiwa, raga dan lingkungan,” lanjut Asfari.
Baca juga: Santri 16 TPQ Desa Biting Adakan Pawai Ta’aruf Sambut Bulan Ramadan
Sesuai perintah Allah QS Al Baqarah ayat 183 yang artinya wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Taqwa itu artinya terjaga. Jiwa terjaga dari hadas dan keburukan. Raga terjaga dari kotoran atau najis. Lingkungan terjaga dari pencemaran.
“Maka Ramadan adalah fasilitas waktu dari Allah agar manusia menjaga, memformulasi diri, me-recharge, hingga lahir kembali sebagai manusia yang lebih salih, tangguh dan mencerahkan. Menjadi manusia yang paling terhormat di sisi Allah dan dihadapan makhluk-Nya. Itulah orang yang bertakwa,” terang Asfari.
Jadi, tegasnya, padusan itu penting dan tidak sekadar mandi bersih raga, namun bersih-bersih semuanya sehingga dalam beribadah di bulan Ramadan bisa nyaman lahir dan batin serta tercapai tujuan. (Suryono)








Komentar