Pebulutangkis Wonogiri Sumbang Poin, Tim Uber Indonesia Masuk Final

BeritaWonogiri.com [CHENGDU, CINA] – Pebulutangkis tunggal putri asal Wonogiri, Gregoria Mariska Tunjung membuka kemenangan pertama Indonesia atas Korea Selatan pada babak semifinal Piala Uber 2024 di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium, Chengdu, China, Sabtu, 4 Mei 2024. Indonesia menyudahi pertandingan dengan skor 3-2.

Gregoria menang atas Sim Yu Jin melalui dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-13 dalam tempo 32 menit.

“Puji Tuhan, saya bisa membuka poin pertama untuk Indonesia,” kata Gregoria, saat ditemui usai pertandingan.

Baca juga: Warga RT Kaloran Hingga Relawan Gelar Nonbar Laga Timnas Indoensia U-23

“Di pertandingan ini, aku hanya mempersiapkan keberanian aku karena line-up tidak sesuai ekspektasi sebelumnya. Aku mencoba untuk lebih rileks, apalagi terakhir kali ketemu lawan aku kalah. Jadi, aku mencoba untuk lebih tenang dan tidak menggebu-gebu dan aku lebih nyaman di lapangan daripada lawanku,” ungkap Gregoria.

Ini merupakan semifinal Piala Uber pertama Indonesia setelah penantian 14 tahun lamanya. Terakhir kali Indonesia lolos ke babak empat besar adalah pada edisi 2010 yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Aku yakin pasti ada kans [untuk lolos ke babak final]. Aku yakin sekali dengan tim aku, mereka akan berusaha yang terbaik juga. Jadi aku berusaha support mereka [ketika pertandinganku selesai],” kata Gregoria.

Tim Uber Cup Indonesia merayakan kemenangan lolos final. (BeritaWonogiri.com/tangkap layar Yt BWF)

“Walaupun kesempatannya terbuka, tapi kesempatan itu tak akan tercapai kalau kita tidak berusaha. Aku berharap tim aku melakukan yang terbaik,” ujarnya menambahkan.

Kepastian tim Uber Cup itu didapatkan setelah Komang Ayu memenangkan laga rubber game sengit atas wakil Korea Selatan Kim Min Sun 17-21, 21-16, 21-19 di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium, Chengdu, China.

Ini merupakan pertama kalinya sejak Piala Uber 2008 Jakarta, dimana skuad srikandi Indonesia bertanding di babak puncak ajang beregu paling bergengsi ini.

Selain itu, hal ini sekaligus mengulangi babak final yang sama pada edisi 2008, dimana tim putri Indonesia bertemu dengan tim China di babak final, yang pada edisi kali ini menjadi tuan rumah.

“Jujur saya tegang banget, saya tadi berada di underpressure, saya juga termasuk pemain yang masih junior, saya juga menjadi penentu [kemenangan]. Astungkara [atas kehendak Tuhan] saya bisa melalui semuanya dengan baik,” kata Komang Ayu saat ditemui usai pertandingan.

BeritaWonogiri.com/tangkap layar Yt BWF

Komang yang merupakan pemain yang lebih senior sempat memegang kontrol permainan sebelum Kim perlahan mulai bisa mengantisipasi dan mengejar ketertinggalannya.

“Saya ketika jatuh dalam pressure itu merasa semuanya tidak enak. Tapi, saya coba untuk maintain fokus, solusi di lapangannya seperti apa,” ujar dia.

Komang Ayu turun di gim kedua dengan lebih percaya diri dan yakin dengan pukulan-pukulannya. Gim penentuan berlangsung lebih sengit dari dua gim sebelumnya. Laju perolehan angka berlangsung cepat dan margin di antara kedua pemain juga sangat tipis.

“Kesempatan itu pasti selalu ada, yang jelas kami akan mencoba yang terbaik besok,” ujar Komang Ayu.

Editor: Trianto
Sumber: Antaranews.com

Komentar