Peringati Sumpah Pemuda, Warga Kartasura Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengatakan tahun 2024 Indonesia memasuki tahun politik. Terkait itu dia berpesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang menyesatkan.

“Saya berpesan tahun 2024 adalah tahu politik, tidak usah bingung tidak usah terprovokasi, yang penting bareng Bu Etik membangun Sukoharjo agar makmur baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,” ujar dia saat memberi sambutan pada acara peringatan ke-95 Sumpah Pemuda di kawasan Car Free Day, Jl Slamet Riyadi Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Minggu (29/10/2023).

Dalam acara yang juga disemarakkan dengan pembeentangan Bendera Merah Putih itu dia beresan agar masyarakat rukun dan tidak terpecah belah. Karena hal ini sering kali dilakukan oleh orang-orang yang tiak bertanggung jawab.

Baca juga: Sambut Bulan Bahasa, SMAN 1 Kartasura Gelar Ketoprak Humor Milenial

Dia berharap Hari Sumpah Pemuda ini dijadikan momen kebangkitan generasi muda untuk membangun Indonesia. Dia juga meminta generasi muda menggunakan kesempatan sebaik mungkin sehingga menjadi generasi muda yang berprestasi.

“Jangan sia-siakan waktu karena di pundak kalian masa depan bangsa Indonesia dibebankan. Harapan kami khususnya warga Kartasura, ciptakan suasana aman, kondusif, guyub, rukun tak usah berantem. Jangan mudah terprovokasi terutama anak-anak muda. Harus bisa mem-filter, untuk membedakan yang baik dan yang buruk,” kata dia.

Lebih lanjut Etik berpesan generasi muda tidak sembarangan main medsos. Mereka diimbau bisa mem-filter hal yang ada dan tidak menjadi provokator.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (tengah) ikut memegangi bendera yang akan dibentangkan pada peringatan Sumpah Pemuda di kawasan Car Free Day, Jl Slamet Riyadi Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Minggu (29/10/2023). (Portalika.com/Iskandar)

Sebaliknya mereka harus bisa menjadi generasi yang cerdas dan hebat tidak menyia-nyiakan waktu karena masa depan mereka dinilai masih panjang. Sedangkan generasi bupati dan sepantarannya kelak bakal meninggal dunia, tidak nglungsungi seperti ular. Kalau nglungsungi maka akan muda terus.

“Kalian semua adalah generasi penerus bangsa. Saya titip jaga kondusivitas di Kecamatan Kartasura khususnya. Tunjukkan kalian bisa dan mampu untuk menjaganya,” katanya.

Di sisi lain Koordinator Pembentangan Bendera 1.000 meter, Budi Cahyono mengatakan bendera yang dibentangkan milik salah satu komunitas bidang budaya di Kartasura yaitu Mataram Jaya Binangun. Nama bendera Sang Ratih Seribu Wara.

Pada acara itu peserta pembawa bendera bernama Sang Ratih Seribu Wara ini mayoritas atau 90 persen dari kalangan generasi muda. Karena piaknya mengaku telah mengkordinasikan seluruh SMA dan SMK di Kartasura jumlahnya sekitar 260 orang termasuk Paskibra Kecamatan Kartasura untuk menyukseskan acara ini.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (tengah) memberi sambutan pada peringatan Sumpah Pemuda di kawasan Car Free Day, Jl Slamet Riyadi Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Minggu (29/10/2023). (Portalika.com/Iskandar)

“Selain itu kami juga melibatkan berbagai komunitas di Kartasura, para mahahsiswa yang tergabung dalam PMII di Kartasura dan Universitas Islam Negeri [UI]) Raden Mas Said,” ungkap Budi.

Sedangkan tujuan digelar acara ini untuk mengobarkan semangat generasi muda dan mengingatkan agar mereka tak meninggalkan gotong-royong, selalu rukun agar persatuan dan kesatuan terjaga. Sehingga semangat sumpah pemuda terus menggelora di kalangan generasi muda. Karena untuk membangun negeri ini dinilai mustahil tanpa gotong-royong.

Sementara itu suasana pembentangan bendera Merah Putih sepanjang sekitar 1.000 meter ini berjalan lancar. Sejak pagi warga antusias menunggu acara yang dimula dari depan Rumah Makan Bebek Sari Kartasura ditarik ke timur sepanjang 1.000 meter. (Iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *