Sambut Bulan Bahasa, SMAN 1 Kartasura Gelar Ketoprak Humor Milenial

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Dalam rangka menyambut Bulan Bahasa yang biasa diperingati setiap Bulan Oktober, SMAN 1 Kartasura, Sukoharjo, Jateng menggelar ketoprak humor milenial. Bukan hanya itu sekolah juga menggelar berbaga kegiatan seni budaya lainnya di antaranya lomba baca puisi dan sebagainya.

“Kegiatan peringatan bulan Bahasa yang dikemas ini bagus sekali, sehingga guru bisa menyampaikan pesan. Seperti profil pelajar Pancasila atau delapan asta yang ada di Kota Solo ini diberikan kepada para siswa,” ujar Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah VII, Agus Triyanto ketika ditemui wartawan seusai memberi sambutan di SMAN 1 Kartasura, Kamis (26/10/2023).

Menurut dia kegiatan tersebut bagus sehingga anak-anak antusias menyaksikannya. Dia mengaku melihat peringatan bulan Bahasa dengan pertunjukan ketoprak baru kali ini di SMAN 1 Kartasura.

Baca juga: Bulan Dana PMI Wonogiri Digelar September November

Biasanya peringatan seperti ini yang dilibatkan hanya siswa tanpa melibatkan para guru dan kepala sekolah seperti di SMAN 1 Kartasura. Selama ini, kata dia, memang sudah ada peringatan bulan Bahasa tetapi yang dikemas menjadi pertunjukan baru pertama kali yang ada di Cabdin VII yang membawahi Solo dan Sukoharjo yaitu di SMAN 1 Kartasura.

Pada peringatan bulan Bahasa ini SMAN 1 Kartasura mengambil tema Aksara. Aksara dijabarkan sebagai apresiasi karya sastra dan budaya. Dia menilai kegiatan yang dilakukan di SMAN 1 Kartasura tidak hanya mengajar tapi memberi contoh pembelajaran bagi anak didik. Buktinya, pada kegiatan ini semua guru serta kepala sekolah bisa main ketoprak bareng dengan kompak.

Kepala SMAN 1 Kartasura, Sri Hastuti memberi sambutan pada acara pentas seni menyambut peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Kamis (26/10/2023). (BeritaWonogirj.com/Iskandar)

Dia mengungkapkan meski ketoprak yang ditampilkan hanya ketoprak humor, tapi intinya bisa menyemangati para siswa bagaimana bisa bertingkah laku. Dengan demikian profil pelajaran Pancasila diwujdkan di sekolah ini.

“Ini menyemangati kita agar rukun, kita galang persatuan agar tak ada kekerasan, perundungan dan sebagainya di sekolah ini. Hal ini akan memberi motivasi siswa, guru dan juga masyarakat bagaimana kita harus selalu bersatu dan ringan tangan,” jelasnya.

Dia berharap nilai-nilai yang akan ditanamkan ke siswa seperti yang di dimensi dalam Pancasila berjalan dengan baik. Nila-nilai itu di antaranya beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergotong-royong, mandiri, kreatif dan berpikir kritis.

Itu semua, katanya, sudah dikemas lagi dalam delapan tingkaih laku yang harus dimunculkan dalam diri siswa. Siswa harus andhap asor, harus bisa saling menolong, bantu-membantu, tak ada yang mau menang sendiri.

Para siswa menyaksikan ketoprak yang digelar menyambut peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Kamis (26/10/2023). (BeritaWonogiri.com/Iskandar)

“Dan ini akan selalu menjadi impian kita bersama di tahun 2045 nanti kita sudah bisa menyiapkan generasi muda yang siap menyongsong Indonesia emas dengan baik,” kata Agus.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Kartasura, Sri Hastuti mengatakan sekolahnya menerapkan model pembelajaran yang menanamkan nilai-nila positif. Budaya lokal hasta laku pun disisipkan dalam kurikulum sekolah untuk menciptakan praktik baik profil pelajar Pancasila.

“Hasta laku adalah delapan nilai budaya baik yaitu, gotong-royong, grapyak semanak, guyub rukun, lembah manah, ewuh pakewuh, pangerten, andhap asor, tepa slira,” kata dia.

Dia mengutarakan pentas ketoprak digelar untuk membumikan nilai budaya baik atau hasta laku kepada semua warga sekolah. Sekaligus ini untuk melestarikan seni budaya ketoprak.

Karena sasaran utama sosialisasi hasta laku adalah peserta didik, maka ketoprak dikemas dalam fragmen ketoprak milenial. Karena itu dia minta maaf kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta kalau pentas ketoprak ini sedikit keluar dari pakem.

Kelompok paduan suara siswa SMAN 1 Kartasura, Sukoharjo, Jateng ikut tampil pada acara pentas seni menyambut peringatan Bulan Bahasa di sekolah mereka, Kamis (26/10/2023). (BeritaWonogiri.com/Iskandar),

Di bagian lain Sri sangat bangga dan terharu dan berterima kasih kepada para guru yang menyiapkan acara ini dengan guyub rukun, gotong-royong atau kerja sama yang kompak.

Dia juga mengapresiasi para guru dan karyawan yang dengan lembah manah dan andhap asor mau latihan dan tanpa ewuh pakewuh, bisa menerima kritikan dengan legawa. Mereka dinilai penuh pengertian, tepa selira sehingga ini diangap bukti bahwa guru dan karyawan SMAN 1 Kartasura sudah mengimplemantasikan hasta laku.

Lebih lanjut staf kesiswaan SMAN 1 Kartasura, Swastanto Wahyu Nugroho mengatakan kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun. Istimewanya ada penampilan dari para guru dan karyawan. Tahun sebelumnya mereka hanya melihat saja.

“Istimewanya lagi kami bekerja sama dengan Solo Bersimfoni yaitu satu lembaga yang bekerja sama dengan Australia. Lembaga ini menghibahkan dana untuk sekolah-sekolah yang dipercaya untuk pilot project untuk pendidikan karakter Jawa terutama masyarakat Solo yaitu hasta laku atau delapan laku,” ujar Wahyu.

Delapan laku ini akan kami kembangkan dan kebetulan saat ini menyambut Bulan Bahasa maka tadi saya katakan ngiras pantes dapat dua-duanya. Sehingga memunculkan karakter hasta laku pada pentas ketoprak seperti yang dipentaskan tadi.

Menyinggung ketoprak yang dipentaskan sebenarnya jalan ceritanya mengambil lakon Ande Ande Lumut. Tetapi karena audiensnya para milenial maka diplesetkan menjadi Ande Ande Lumuten. “Biar ger,” kata dia. (Iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *