BeritaWonogiri.com [WURYANTORO] – Puluhan massa yang tergabung dalam Komunitas Mandor – Vendor (Komodo) memggelar aksi damai di depan pintu masuk Broiler Modern Farm PT Widodo Makmur Unggas (WMU), Kecamaran Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Selasa, 7 Mei 2024.
Aksi damai menuntut kewajiban PT WMU kepada pekerja, mandor, supplier dan vendor yang tergabung dalam wadah KOMODO. Aksi ini diamankan personel Polres Wonogiri.
Puluhan massa berkomitmen menyuarakan hak-hak mereka dalam mendapatkan pembayaran atas proyek-proyek yang telah mereka kerjakan sebelumnya.
Baca juga: PAI Wuryantoro Kelola Infak Menjadi Insaf Untuk Hindari Rentenir
Massa menyampaikan tuntutan mereka agar PT WMU segera menyelesaikan kewajiban kepada mereka para pekerja, mandor, supplier dan vendor yang tergabung dalam wadah KOMODO dalam waktu maksimal satu bulan.
Kedua, massa menuntut pelunasan atas pekerjaan mereka, apabila tidak dipenuhi maka mereka akan melanjutkan gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) kepada PT Widodo Makmur Unggas, Tbk di pengadilan niaga.
Tak berhenti di situ, massa juga menuntut kepada pemangku kebijakan untuk meninjau kembali perizinan PT WMU maupun PT Widodo Makmur Perkasa, Tbk.

Dalam aksi ini, mereka membawa spanduk, poster, yang bertuliskan tuntutan mereka.
Kegiatan penyampaian pendapat dimuka umum berjalan kondusif dengan pengamanan dari Polres Wonogiri. Petugas keamanan yang dikerahkan untuk pengamanan unjuk rasa juga terlihat berkoordinasi dengan baik untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Sejumlah pemimpin aksi menyampaikan orasi secara bergantian, menjelaskan alasan di balik tuntutan mereka dan meminta direksi PT WMU dan pemerintah setempat untuk mendengarkan aspirasi mereka. Dalam kegiatan ini tidak ada kehadiran dari pihak PT WMU untuk berdialog dan mencari solusi bersama.
Hasil dari aksi ini belum dapat dipastikan, namun kehadiran massa ini di depan PT WMU ini diharapkan dapat menjadi pemacu untuk dialog lebih lanjut antara para pekerja dan direksi PT WMU. Pihak berwenang juga memastikan bahwa keamanan dan ketertiban tetap terjaga selama aksi berlangsung, sebagai wujud dari kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.
Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menyatakan Polres Wonogiri menerjunkan 100 personel pengamanan untuk memastikan kelancaran kegiatan tersebut. (Suryono)







Komentar