BeritaWonogiri.com (WONOGIRI) – Ratusan sopir truk di Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat, 20 Juni 2025 melakukan aksi mogok kerja. Sejumlah sopir truk mengaku meliburkan diri selama dua hari.
Bukan itu saja, puluhan sopir truk berikut armadanya juga menggelar aksi unjuk rasa damai di Terminal Non Bus Tugu Pusaka, Kecamatan Selogiri.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap Rancangan Undang-Undang Over Dimension Over Loading (RUU ODOL) yang telah disosialisasikan Korlantas Polri sejak 1 Juni lalu.
Dari pantauan BWC, para pengunjuk rasa membawa armada truk mereka sengaja diparkir pengemudinya di sekitar Tugu Pusaka.
Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Wonogiri terlihat melakukan pengamanan di lokasi. Sejumlah petugas nampak mengatur arus lalu lintas kendaraan dari arah Kota Wonogiri menuju Solo maupun sebaliknya.
Aksi mogok dan unjuk rasa para awak armada truk ini merupakan kesepakatan hasil rapat sejumlah komunitas sopir truk, antara lain Komunitas Truk Wonogiri (KTW), Wonogiri Truk Lovers (PTL), Persatuan Sopir Truk Indonesia (PSTI), dan Persatuan Truk Mania Cabang Wonogiri (PTMCW) pada tanggal 17 Juni lalu.
Pelaksanaan aksi solidaritas driver truk tersebut dikoordinir Sandi Bedor, Gendut dan Bence. Sedangkan selaku Koordinator Lapangan (Korlap) masing-masing; Seno, Wahyudi dan Sulis.
Menurut Sandi Bedor yang juga selaku penanggung jawab, aksi mogok kerja tersebut akan dilakukan selama dua hari pada Jumat dan Sabtu, 20-21 Juni 2025.
“kami sampaikan surat pemberitahuan aksi damai unjuk rasa solidaritas kawan-kawan driver di wilayah Jawa Tengah yang sedang mengadakan aksi mogok kerja menolak RUU ODOL,” tulis Sandi dalam surat yang disampaikan kepada Kepala Dishub Wonogiri, Kamis 19 Juni 2025.
Rencananya, aksi damai di Tugu Pusaka akan digelar hingga pukul 14.00. Selaku penanggungjawab, Sandi Bedor juga menyampaikan siap bertanggungjawab terkait keamanan dan ketertiban dalam kegiatan mogok kerja dan unjuk rasa damai tersebut. (Irfandy*)






