Beritawonogiri.com [KISMANTORO] – Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, secara resmi mengukuhkan 120 relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) dari tiga kecamatan rawan bencana di Wonogiri. Pengukuhan berlangsung di lapangan sepak bola Kismantoro, sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Kampung Siaga Bencana merupakan pendekatan penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat, bertujuan mengubah pola pikir dan tindakan warga agar lebih siap dan tanggap ketika bencana melanda. Bupati Setyo Sukarno menekankan bahwa program ini bertujuan mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi dan mengelola risiko bencana secara mandiri.

“Saya harap melalui Kampung Siaga Bencana, tiga kecamatan yang kami pilih ini dapat menjadi contoh dalam penanggulangan bencana yang efektif dan sistematis,” ujar Bupati Setyo Sukarno di hadapan para relawan dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan pentingnya kolaborasi, koordinasi, dan kerja sama antar berbagai elemen masyarakat, pemerintah, swasta, LSM, relawan, dan organisasi sosial. Sinergi ini dianggap kunci utama agar respons bencana dapat berjalan cepat dan optimal di tingkat lokal.
Ketiga kecamatan yang menjadi fokus KSB di Wonogiri adalah Jatiroto, Tirtomoyo, dan Kismantoro—wilayah yang dikenal rawan bencana. KSB di tiga kecamatan ini mendapatkan dukungan berupa bantuan dari Kementerian Sosial melalui program Lumbung Sosial, yang disalurkan melalui Dinas Sosial Wonogiri dan diteruskan kepada pengurus Kampung Siaga Bencana.
Selain itu, berbagai unsur hadir dalam acara pengukuhan tersebut, termasuk Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Forkompimcam Kismantoro dan Jatiroto, kepala desa, serta tokoh masyarakat dan pilar sosial seperti Tim SAR dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Dengan keberadaan KSB ini, diharapkan masyarakat Wonogiri tidak hanya lebih siap saat bencana melanda, tetapi juga mampu melakukan koordinasi dan kerjasama yang efektif selama proses penanganan hingga pascabencana.(*)






