Wali Kota Solo Minta Iuran Wisuda dan Perpisahan SD-SMP di Surakarta Dikembalikan

28 Kepala Sekolah Diminta Menghadap Walikota

BeritaWonogiri.com (SOLO) – Sikap tegas disampaikan Walikota Solo, Respati Ardi usai mengunjungi SMP Negeri 7 Surakarta, Rabu, 7 Mei 2025.

Dia meminta semua sekolah SD dan SMP di Surakarta tidak memungut iuran untuk kegiatan perpisahan.

“Tidak boleh ada yang namanya iuran wajib hanya untuk pelepasan tingkat SMP di Kota Solo.” Kata Respati Adi dalam unggahan video di akun IG @respatiardi.

Walikota memberi caption videonya, bahwa kita (pemerintah dan lembaga pendidikan) perlu  mengembalikan esensi pendidikan, bukan ajang seremoni yang justru memberatkan orang tua.

“Yang utama adalah proses belajar, bukan pesta kelulusan yang berlebihan,”

Dikutip antaranews.com, walikota juga menyampaikan, kegiatan wisuda atau kelulusan SD dan SMP di Kota Solo bukanlah hal yang wajib dilakukan.

Ia-pun meminta iuran kelulusan atau wisuda SD dan SMP di Solo yang sudah terlanjur masuk ke sekolah wajib dikembalikan secepatnya.

Sementara itu dalam unggahan video kunjungannya ke SMPN 7 Surakarta, Respati menyampaikan hasil pungutan di sekolahan tersrebut sebesar Rp72 Juta, jika dibagi jumlah siswa masing-masing orang tua dibebani Rp280 Ribu.

“Saya minta ini dikembalikan ! saya tidak mau kegiatan perpisahan membebani orangtua siswa,” kata Walikota.

Jika ada orang tua yang tidak terima, diminta untuk datang ke walikota. Walikota juga minta para kepala sekolah di 28 SMP se Surakarta segera menemuinya.

“Apabila terpaksa tetap harus dilaksanakan perpisahan, bisa melalui jalur sponsor atau pihak swasta, jadi tidak membebani orang tua siswa.” Katanya.

Dia berharap pihak sekolah lebih kreatif (menggandeng sponsor). Boleh mengadakan kegiatan perpisahan tapi sederhana. Yang penting bagi siswa kegiatan dimaksud “fun and memoryble”.

“Tidak boleh ada iuran yang mewajibkan masing-masing murid,” Tandas Walikota (Irfandy)

Komentar