BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Ratusan warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri mendatangi Gedung DPRD Wonogiri, Senin, 14 April 2025. Perwakilan mereka menangis di hadapan wakil rakyat Wonogiri saat menyampaikan dampak sosial yang dihadapi selama ini sebelum pabrik semen berdiri.
Perwakilan warga Desa Watangrejo ini meminta anggota DPRD Wonogiri memulihkan keguyuban dan ketentraman warga desanya. Pihaknya menolak pendirian pabrik semen dan berharap pertanian tetap lestari.
Suprihatin, warga Dusun Pelem, Desa Watangrejo, mengatakan dirinya mewakili ibu-ibu meminta anggota DPRD membatalkan pendirian pabrik semen. “Saya ke sini sowan [bertemu] DPRD nyuwun tulung [minta tolong] digagalke pendirian pabrik semen neng [di] Pracimantoro,” katanya sambil terisak.
Baca juga: Spanduk Tolak Pabrik Semen Pracimantoro Kembali Bermunculan, Warga Tak Gentar Hadapi Tekanan
Dia meneruskan sebagai petani dirinya tidak setuju pabrik semen di Watangrejo. “Saya sebagaipetani merasakan hak kami dirampas dengan paksa. Kula [saya] apa salah jika menolak berdirinya pabrik semen di Pelem? Selama ini Pelem tidak kekurangan.”
Suprih menyatakan saat ini warganya berseteru karena ada pro dan kontra tentang pendirian pabrik semen. Dia tegaskan jika ditanya lebih jauh 90 persen warga menolak. “Warga takut bersuara jika menolak dan pekewuh. Kami akan berjuang, nyawa kami akan kamo pertaruhkan demi kehidupan tanpa polusi debu,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Setia Dewi Saputri, warga Pelem, Watangrejo. “Yang muda-muda tidak akan mendukung berdirinya pabrik semen. Melihat dari medsos kalau ada pabrik semen dampak negatifnya lebih banyak,” ujarnya.
Dewi bercerita pabrik semen belum berdiri masyarakat Watangrejo sudah terbelah, pro dan kontra. “Belum berdiri saja sudah terdampak hlo Pak. Dampak sosial warga saat ini sudah dialami yang tadinya guyub rukun sakniki [sekarang] muncul pro kontra. Saudara-saudara mulai bertengkar, satron [tidak mau menyapa]. Kami tidak ingin kehancuran di desa kami,” ujarnya.
Dia meminta wakil rakyat turun ke lapangan dan mengikuti kata hati dalam berbicara. Dia contohkan, dirinya memiliki lahan sumber pangan satu-satunya berada di ring satu pabrik semen dan tidak akan dijual.
Menurutnya, satu dua tahun tidak muncul dampak. “Tapi sejak pabrik berdiri dan berproduksi apakah debu tidak menumpuk di lahan kami. Dampaknya kami tidak bisa mengolah lahan lagi, jika lahan diolah hasilnya tidak seperti dulu. Jadi mohon dibatalkan, digagalkan agar warga guyub lagi walau keguyubanya berbeda dengan sebelum terjadi pro dan kontra,” tandasnya.
Ketua DPRD Wonogiri, Sriyono yang memimpin rapat dengar pendapat tersebut mengatakan aspirasi warga Pracimantoro akan dijadikan bahan rapat. (Triantotus)






Komentar