Wonogiri Raih 8 Piala di Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Pelajar SD dan SMP Wonogiri harumkan nama daerah di ajang FTBI Jawa Tengah

Beritawonogiri.com [SURAKARTA] – Sebanyak 28 peserta didik tingkat SD dan SMP asal Kabupaten Wonogiri sukses membawa pulang delapan piala dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Kegiatan bergengsi ini berlangsung di Graha Saba Buana, Surakarta, selama tiga hari pada 14–16 Oktober 2025, dan diikuti oleh perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Para peserta dari Wonogiri tampil memukau dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam beragam cabang lomba berbahasa daerah, seperti nulis cerkak, nembang macapat, berpidato (sesorah), hingga membaca geguritan. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan Wonogiri yang terus berkomitmen menjaga kelestarian bahasa daerah.

Ajang FTBI diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Surakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kecintaan pelajar terhadap bahasa ibu dan memperkuat karakter kebangsaan melalui budaya literasi bahasa daerah. Kepala Balai Bahasa Jateng, Dwi Laily Sukmawati, hadir langsung dalam penutupan acara sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pendidikan yang telah mendukung dan memfasilitasi FTBI tahun ini. Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat pelajar dalam melestarikan bahasa ibu,” ujar Laily saat menutup acara. Ia menambahkan bahwa bahasa daerah adalah identitas budaya bangsa yang wajib dijaga lintas generasi.

Dalam sambutannya, Laily juga mengingatkan pentingnya konsep Trigatra Bahasa yang menjadi landasan kebijakan kebahasaan nasional. “Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Ketiga aspek ini harus berjalan beriringan untuk memperkuat jati diri bangsa di era global,” tegasnya.

Adapun deretan juara dari Kabupaten Wonogiri menunjukkan capaian luar biasa di berbagai kategori. Untuk tingkat SD, pemenangnya antara lain: Verlisa Arfia Aprilia (Juara 1 Nulis Cerkak Putri, SD N 2 Jatisari Jatisrono), Abid Jagaddhita (Harapan 2 Nembang Macapat Putra, SD N 3 Gemawang Ngadirojo), Nathania Agna Anindhita Kuncoro (Harapan 1 Sesorah Putri, SD N 1 Tirtomoyo), dan Fonsen Digda Wikarya (Harapan 3 Sesorah Putra, SD N 2 Baturetno).

Sementara di tingkat SMP, prestasi diraih oleh Nareswara Praba (Juara 1 Nembang Macapat Putra, SMP N 2 Wonogiri), Alika Alma Salsabila Setiawan (Juara 1 Nulis lan Maca Aksara Jawa Putri, SMP N 2 Kismantoro), Farhaan Nur Fathoni ‘Abdillah (Juara 2 Nulis lan Maca Aksara Jawa Putra, SMP N 1 Purwantoro), dan Panji Cayapata Siladri (Juara 2 Maca Geguritan Putra, SMP N 1 Wonogiri).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Drs. Sriyanto, M.M., juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras para siswa, guru pendamping, dan keluarga yang mendukung proses pelatihan hingga tahap provinsi. “Kemenangan ini menunjukkan bahwa bahasa daerah masih hidup di hati generasi muda Wonogiri. Kami akan terus mendorong pembinaan agar tahun depan bisa kembali bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Festival Tunas Bahasa Ibu bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pelestarian budaya dan pembelajaran nilai-nilai luhur melalui bahasa. Melalui partisipasi aktif pelajar seperti ini, semangat untuk menjaga warisan leluhur dapat terus menguat di tengah arus globalisasi yang makin deras.(*)

Komentar