134 Kepala Sekolah dan 7 Anggota Dewan Pendidikan Wonogiri 2025-2030 Resmi Dilantik

Bupati Setyo Sukarno secara resmi melantik 141 pimpinan dan pengawas baru di dunia pendidikan Wonogiri, dengan pesan kuat untuk harmonisasi, transparansi, dan larangan pungutan liar.

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Pemerintah Kabupaten Wonogiri menandai akhir tahun 2025 dengan sebuah momentum penting bagi masa depan pendidikan daerah. Sebanyak 134 Kepala Sekolah (KS) dan Calon Kepala Sekolah (CKS) serta 7 Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri untuk periode 2025–2030 resmi dilantik pada Rabu (31/12/2025). Pelantikan massal ini dilakukan di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri, dihadiri langsung oleh Bupati Setyo Sukarno beserta sejumlah pejabat utama daerah.

Ke-141 pimpinan dan pengawas pendidikan baru ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan visi Wonogiri yang berdaya saing, maju, dan berkelanjutan melalui sektor pendidikan. Komposisi 134 KS dan CKS mencakup jenjang PAUD, SD, dan SMP, dengan rincian 12 orang dari regruping sekolah, 13 orang dari program piloting, 52 orang promosi, dan 57 orang mutasi.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Setyo Sukarno mengungkapkan strategi baru yang akan dijalankan pemerintah daerah terkait penempatan guru. Ia menyatakan komitmen untuk mendekatkan domisili para guru dengan wilayah kerjanya.

“Harapannya nanti dapat memberikan pemantauan terhadap peserta didiknya selama 24 jam,” tutur Bupati Setyo Sukarno. Kebijakan ini dinilai tidak hanya akan meningkatkan efektivitas pengawasan dan pendampingan terhadap siswa, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara guru, sekolah, dan komunitas tempat mereka tinggal. Langkah ini diyakini dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih personal dan responsif.

Bupati memberikan pesan khusus bagi para guru yang diberi amanah tambahan sebagai pimpinan sekolah. Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana kerja yang harmonis di lingkungan sekolah. Seorang kepala sekolah, menurutnya, harus menjadi sosok yang ‘dituakan’ dan mampu menjadi panutan bagi seluruh warga sekolah, baik bagi guru, staf, maupun siswa.

Di sisi lain, Bupati dengan tegas mengingatkan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri terhadap program sekolah gratis. “Bupati juga menegaskan bahwa sekolah gratis melarang segala tarikan dan pungutan kepada siswa dan orang tua/wali siswa dalam bentuk apapun,” tegasnya dalam amanat pelantikan. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat dan perintah resmi kepada seluruh pimpinan sekolah baru untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan sekolah.

Pelantikan tujuh anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri periode 2025–2030 juga menjadi bagian tak terpisahkan dari acara ini. Keberadaan dewan ini diharapkan dapat menjadi jembatan aspirasi dan mitra kritis bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan.

“Semua untuk memajukan pendidikan di Wonogiri, pada akhirnya pada setiap hasil pengamatan jadi aspirasi dan rekomendasi pemerintah guna menciptakan transparansi,” jelas Bupati mengenai peran dewan pendidikan. Sinergi antara eksekutif (Disdikbud dan sekolah) dengan fungsi pengawasan dan perumusan kebijakan (Dewan Pendidikan) diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Acara pelantikan yang juga dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Inspektur, serta kepala dinas terkait seperti BPKD, Bappeda, dan BKPSDM ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Kehadiran perwakilan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) juga menandakan adanya dukungan dan keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan pendidikan di Wonogiri.

Dengan dilantiknya 141 pimpinan dan pengawas baru ini, Kabupaten Wonogiri memasuki tahun 2026 dengan kepemimpinan pendidikan yang segar. Tantangan ke depan adalah menerjemahkan visi dan pesan Bupati menjadi aksi nyata di masing-masing satuan pendidikan, demi terwujudnya generasi Wonogiri yang unggul dan berkarakter.(*)

Komentar