BeritaWonogiri.com [PRACIMANTORO] – Semangat warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, untuk menolak pendirian pabrik semen di kawasan karst tak pernah surut. Aktivis lingkungan lokal, Abas Sastro, melalui akun X @AbasBalapradana, mengunggah dua video berdurasi 15 dan 24 detik yang menunjukkan warga memasang kembali spanduk bertuliskan “Tolak Pabrik Semen” pada Kamis malam, 27 Maret 2025. Aksi ini merupakan respons atas pencopotan spanduk sebelumnya oleh Satpol PP Wonogiri, yang justru memicu kreativitas dan solidaritas warga.

Pencopotan spanduk oleh Satpol PP, yang didasarkan pada Peraturan Daerah tentang ketertiban umum, tidak membuat warga menyerah. Sebaliknya, mereka secara patungan membuat spanduk baru, menunjukkan bahwa tekanan justru memperkuat suara penolakan. Dalam keterangannya di X, Abas Sastro menulis, “Semakin masyarakat ditekan, semakin banyak yang bersuara. Uang mereka mungkin tak seberapa, tapi semangatnya tak bisa dibungkam.” Video tersebut telah dilihat ribuan kali, mengundang dukungan luas dari netizen yang peduli isu lingkungan.
Kawasan karst Pracimantoro, bagian dari Geopark Gunung Sewu yang diakui UNESCO, menjadi alasan utama penolakan. Warga khawatir pembangunan pabrik semen oleh PT Anugerah Andalan Asia dan penambangan batu gamping oleh PT Sewu Surya Sejati akan merusak ekosistem penyimpan air dan lahan pertanian. “Yang punya kuasa sibuk mencopot, tapi rakyat kecil tak kenal lelah bersuara,” tulis Abas Sastro, mempertanyakan siapa yang lebih berdaya dalam perjuangan ini—penguasa atau rakyat.
Baca juga: Bus Rombongan Pengajian Asal Sukoharjo Terguling Di Pracimantoro
Aksi pemasangan spanduk ini mencerminkan ketahanan warga Pracimantoro dalam mempertahankan lingkungan hidup mereka. Meski menghadapi tekanan dari otoritas dan proyek investasi senilai Rp6 triliun yang menjanjikan ribuan lapangan kerja, warga tetap teguh. (Wahyudi/ Triantotus)








Komentar