Korban ASN Di Lantai 3 Kantor Pemkab Sukoharjo Dievakuasi Dalam Simulasi Tanggap Bencana Gempa

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menggelar simulasi tanggap darurat gempa bumi di Gedung BPKPAD, Jumat kemarin.

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 300 personel dari berbagai unsur penanganan darurat, dengan tujuan melatih kesiapan instansi pemerintahan dalam menghadapi potensi bencana alam.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan perkantoran.

Baca juga: SMKN 2 Ponorogo Gelar Pelatihan Dan Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana

“Hari ini kami mengadakan simulasi gempa bumi, dan gedung BPKPAD menjadi salah satu objeknya. Kegiatan ini melibatkan teman-teman dari SAR, PMI, PSC, Damkar, BPBD, dan juga para pegawai BPKPAD itu sendiri,” ujar dia.

Dalam simulasi tersebut, para pegawai BPKPAD dilatih bagaimana cara bertindak saat terjadi gempa besar. Mereka diminta melakukan prosedur “drop, cover and hold” (berlindung di bawah meja atau tempat aman), lalu secara tertib berjalan menuju titik kumpul setelah situasi dinyatakan aman.

Tak hanya itu, dalam skenario juga disimulasikan adanya korban luka yang memerlukan evakuasi medis dari lantai 3.

“Ada korban yang seolah-olah mengalami luka ringan dan berat. Bahkan ada skenario vertikal rescue, di mana korban berada di lantai atas dan harus dievakuasi menggunakan tali karena tidak memungkinkan dibawa turun secara biasa,” kata dia.

Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang solid. PMI dan PSC bertugas menangani korban luka, pemadam kebakaran dan SAR melakukan evakuasi teknis, sementara BPBD mengoordinasikan keseluruhan jalannya simulasi.

Para peserta menggunakan perlengkapan lengkap sesuai standar operasi penanganan bencana.

“Tujuan akhirnya adalah agar seluruh pegawai, khususnya di BPKPAD, tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Jadi bukan panik, tapi siap. Karena bencana bisa terjadi kapan saja, kesiapsiagaan adalah kunci menyelamatkan diri,” katanya. (RRI/Edwi)
Editor: Triantotus

Komentar