SMKN 2 Ponorogo Gelar Pelatihan Dan Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana

BeritaWonogiri.com [PONOROGO] – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan dan pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMKN 2 Ponorogo pada 12 dan 13 Februari 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam upaya mitigasi bencana dan diikuti oleh berbagai unsur sekolah, termasuk siswa, guru, staf tata usaha, petugas keamanan serta komite sekolah.

Keselamatan warga sekolah menjadi tanggung jawab bersama, mengingat bencana tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga dapat menghambat hak siswa dalam mendapatkan pendidikan.

Baca juga: Beragam Doorprize Untuk Siswa SMKN 2 Ponorogo Yang Ikuti Upacara Harlah Pancasila

Oleh karena itu, keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah, baik dalam pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler, sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

BeritaWonogiri.com/Tarmin

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, SPt, MP, MA, MEc, Dev, menegaskan pelatihan ini merupakan bagian dari kebijakan pengurangan risiko bencana yang menuntut sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Selama pelatihan, peserta dibekali dengan berbagai materi penting, seperti pengenalan pilar-pilar SPAB, penilaian mandiri risiko bencana, serta pembentukan Tim Siaga Bencana di lingkungan sekolah. Selain itu, dilakukan simulasi perancangan jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul aman di area sekolah.

Para peserta juga mengikuti diskusi mengenai prosedur pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta Alat Pemadam Api Tradisional (APAT).

Sebagai bentuk komitmen, pelatihan ini ditutup dengan penyerahan dokumen resmi pembentukan SPAB dari fasilitator kepada perwakilan SMKN 2 Ponorogo. Simbolisasi ini menandakan kesiapan sekolah dalam menerapkan sistem pendidikan yang tanggap bencana.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah semakin sadar dan siap menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa dan tenaga pendidik. (Tarmin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *