Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Pemerintah Kabupaten Wonogiri kembali meneguhkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan meluncurkan program seragam sekolah gratis tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan penyerahan seragam secara simbolis dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (16/9/2025).
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan dihadiri jajaran Forkopimda, antara lain Wakil Bupati Imron Rizkyarno, Ketua DPRD Wonogiri Sriyono, S.Pd., Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, serta perwakilan OPD, camat, orang tua, dan siswa penerima manfaat.

Program ini menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis untuk 21.321 siswa baru SD/MI dan SMP/MTs dengan total anggaran mencapai Rp10,28 miliar. Bantuan diberikan secara langsung dan juga dipantau melalui siaran daring yang diikuti lebih dari 3.000 peserta dari kalangan kepala sekolah, guru, hingga orang tua siswa.
Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan dukungan Polri terhadap program pendidikan. “Polres Wonogiri siap bersinergi dengan Pemkab dalam mendukung pendidikan sekaligus menjaga lingkungan belajar tetap aman dan kondusif. Generasi muda hari ini adalah investasi bangsa di masa depan,” ujarnya.
Bupati Setyo Sukarno dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini sudah berjalan sejak tahun 2018 dan menjadi salah satu program prioritas daerah. “Seragam gratis hadir untuk meringankan beban orang tua, memastikan anak-anak bisa bersekolah tanpa kendala biaya, sekaligus mendukung amanat mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan APBD Wonogiri akan terus diarahkan pada hal-hal yang benar-benar menyentuh masyarakat. “Setiap rupiah anggaran harus digunakan secara cermat, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendidikan akan selalu menjadi prioritas utama kami,” kata Setyo.
Dengan adanya program ini, Pemkab Wonogiri berharap semakin banyak anak-anak yang berkesempatan menempuh pendidikan tanpa terbebani masalah ekonomi. Program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil.(*)






