Panglima TNI Tinjau Dapur Makan Bergizi Gratis di Boyolali, Target 2.000 SPPG Nasional

Panglima TNI tinjau SPPG MBG di Boyolali, pastikan kualitas makanan dan dorong percepatan program nasional hingga 2.000 dapur.

Beritawonogiri.com [BOYOLALI] – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lanud Adi Soemarmo I, Ngesrep, Ngemplak, Boyolali, Jumat pagi, 26 September 2025. Kunjungan tersebut didampingi oleh Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, sebagai bentuk dukungan percepatan program MBG di wilayah Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menekankan bahwa keberadaan dapur SPPG tidak hanya menjawab kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. “Kehadiran SPPG membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Solo misalnya, operasional SPPG sudah merekrut warga sekitar sebagai tenaga pendukung,” ungkap Agus.

Anak-anak penerima manfaat MBG menikmati makan siang di salah satu sekolah penerima program. (Foto: Syahidan)

Agus menambahkan, pembangunan SPPG akan terus diperluas ke berbagai daerah. “Kita juga akan terus membangun SPPG di beberapa wilayah yang akan membuka rantai pasok untuk petani, UMKM, dan nelayan,” katanya.

TNI sendiri menargetkan 2.000 dapur SPPG di seluruh Indonesia hingga akhir 2025. Dengan penambahan 339 unit, saat ini sudah berdiri 452 dapur SPPG yang melayani 378.745 siswa penerima manfaat. Target ini, kata Agus, akan terus dipantau melalui koordinasi bersama satuan di seluruh Indonesia.

Melalui video conference dengan para komandan satuan, Agus juga memberikan arahan agar dapur SPPG mengutamakan kualitas bahan makanan dan kebersihan dapur. Ia mencontohkan pengalamannya saat memimpin satuan militer. “Saya dulu selalu tes makanan yang akan diberikan kepada prajurit, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Hal ini juga harus diterapkan di dapur SPPG,” tegasnya.

Menanggapi maraknya kasus keracunan, Agus meminta petugas lebih teliti. “Mulai dari bahan makanan, peralatan, hingga rentang waktu memasak sampai pengiriman jangan terlalu lama. Semua harus diawasi ketat,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya mendukung program MBG. Bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Pemprov Jateng telah membentuk Satgas Percepatan Program MBG melalui SK Gubernur No. 100.3.3.1/88 pada 25 Maret 2025. Dukungan juga diberikan lewat pemanfaatan lahan 134 titik berdasarkan Surat Sekda No. S/500.1/37/25 tanggal 2 Juni 2025.

Adapun sasaran penerima manfaat MBG di Jawa Tengah mencapai 9,6 juta orang, mencakup siswa TK/PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, pesantren, SLB, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Dari rencana 3.228 unit SPPG, saat ini baru terealisasi 1.308 unit (40,52%). Sementara penerima manfaat baru mencapai 3,55 juta orang (36,90%).

Dengan dukungan TNI, pemerintah provinsi, hingga masyarakat, Jawa Tengah diharapkan menjadi barometer nasional dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis.(*)

Komentar