BeritaWonogiri.com [JAKARTA] – Jumat malam, 6 November 2026, Ballroom Hotel JW Marriott, Jakarta, menjadi tempat sebuah angka diumumkan sebagai prestasi. Di panggung malam penganugerahan CNN Indonesia Awards 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Outstanding Regional Economic Growth and Investment Development untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Angka yang mengantar Jawa Tengah ke panggung itu adalah 5,73 persen. Itulah pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada triwulan III 2026 secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen.
Namun, di tengah sorotan itu, Luthfi memilih menekankan makna di balik capaian tersebut: bagi dia, penghargaan bukan garis akhir.
Seusai menerima penghargaan, Luthfi menyebut pencapaian ini sebagai pemacu.
“Hari ini Provinsi Jawa Tengah mendapatkan award dari CNN Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi dan investasi. Penghargaan ini memacu kami untuk bekerja lebih lagi sebagai manajer marketing di wilayah kita dalam rangka investasi yang akan datang,” kata Luthfi.
Sebutan “manajer marketing” itu menggambarkan peran yang ia bayangkan bagi pemerintah daerah: aktif menawarkan potensi wilayah kepada para investor.
Geliat investasi menjadi salah satu penopang ekonomi Jawa Tengah. Hingga triwulan III 2026, realisasi investasi mencapai Rp 72,54 triliun, atau 73,21 persen dari target tahunan sebesar Rp 99,09 triliun.
Nilai itu tersebar dalam 82.420 proyek. Dari sana, lebih dari 340 ribu tenaga kerja terserap.
Angka tersebut masih berpotensi bertambah. Sejumlah perusahaan asal Vietnam berencana menanamkan modal di Jawa Tengah dengan nilai hampir Rp 10 triliun.
Luthfi menegaskan bahwa capaian ini bukan buah kerja pemerintah semata.
“Ini adalah buah hasil kerja-kerja kolaboratif yang kita lakukan dengan seluruh komponen masyarakat di tempat kita,” ujarnya.
Menurut dia, pertumbuhan ini lahir dari kerja bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Bagi Luthfi, statistik dan nilai investasi belum cukup menjadi ukuran keberhasilan. Pertumbuhan, menurutnya, harus memberi manfaat nyata: terbukanya lapangan kerja, berkurangnya kemiskinan, dan meningkatnya kesejahteraan.
Untuk itu, Pemprov Jateng terus mendorong pemerataan aktivitas ekonomi di seluruh kabupaten/kota. Salah satu caranya adalah memastikan kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi oleh masyarakat lokal.
Dukungan itu diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi, sekolah menengah kejuruan (SMK), dan pelatihan kerja, agar keterampilan pekerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Di akhir pernyataannya, Luthfi menyampaikan harapan yang lebih besar dari sekadar pertumbuhan.
“Harapan kita investasi yang tumbuh benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat. Jawa Tengah menjadi provinsi yang tata tentrem kerta raharja dan Indonesia menjadi negara yang makmur,” ungkapnya.
Frasa “tata tentrem kerta raharja” menggambarkan cita-cita tentang masyarakat yang tertib, tenteram, dan sejahtera. Cita-cita itu kini diuji bukan di panggung penghargaan, melainkan di pabrik, ruang kelas SMK, dan rumah-rumah warga yang berharap pertumbuhan benar-benar sampai kepada mereka.
Penghargaan dari Jakarta boleh menjadi penanda. Tetapi ukuran yang paling jujur tetap berada di tanah Jawa Tengah sendiri: berapa banyak warga yang akhirnya mendapat pekerjaan dan hidup lebih layak. (*)







Komentar