Beritawonogiri.com [SALATIGA] – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah telah dinikmati 6.308.163 manfaat sejak peluncuran, bagaimana program ini menjamin gizi anak tetap optimal?
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan peninjauan langsung pelaksanaan MBG di SMP Negeri 9 Salatiga, Jumat (7/11/2025). SMP ini menjadi contoh dari ribuan sekolah yang mendapat manfaat dari program nasional ini.

Total penerima MBG per 5 November 2025 mencapai 6.308.163 orang, terdiri dari 6.121.742 siswa TK sampai SMK dan pondok pesantren, 20.536 ibu hamil, 43.579 ibu menyusui, dan 122.306 balita. Angka ini mencapai 65,44 persen dari total potensi 9,6 juta penerima.
Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pengawasan bahan pangan agar kualitas dan keamanan makanan terjaga. “Pak Wapres mengecek langsung agar program berjalan tepat sasaran, dari sisi gizi hingga kepuasan anak-anak,” ujarnya.
Untuk infrastruktur, Jawa Tengah telah membangun 2.267 titik Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) dari target 3.228 titik atau 70,22 persen per awal November 2025. SPPG ini dikelola mitra beragam, termasuk Polri, TNI, pesantren, dan pemerintah daerah.
Dinas Ketahanan Pangan terus memantau suplai dan keamanan pangan setiap SPPG. Edukasi pola makan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) juga digencarkan lewat kampanye Stop Boros Pangan.
Pemprov Jateng membentuk Satgas Percepatan Program MBG berdasarkan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/88 Tahun 2025. Kini, 15 kabupaten/kota sudah membentuk satgas, termasuk Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, dan Kota Semarang.
Keamanan pangan di SPPG terus ditingkatkan dengan 323 titik sudah memperoleh Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikasi ini meliputi inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan penjamah makanan, pemeriksaan laboratorium, dan tata laksana bank sampel.
Gubernur menegaskan seluruh pelaksana MBG wajib memiliki Sertifikasi Laik Higiene Kesehatan (SLHK) untuk mencegah risiko negatif seperti keracunan. “Petugas gizi harus mendapat pelatihan standar agar mutu makanan terjaga,” tegasnya.
Pemprov juga membuka posko pengaduan MBG lewat hotline 0811-2622-000 dan Call Center JNN 150945 sebagai wadah aspirasi masyarakat.
Di lapangan, siswa seperti Salma, siswi kelas VIII, mengakui menu MBG bergizi dan bervariasi. “Menunya berubah-ubah, sehat lengkap dengan sayur, buah, protein. Paling suka ayam goreng,” ujarnya ceria.(*)






