BeritaWonogiri.com [JATIPURNO] – Program P3-TGAI di Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mendorong perbaikan jaringan irigasi sekaligus membuka peluang perluasan lahan tanam pertanian. Melalui program P3-TGAI, luas tanam yang sebelumnya kurang dari 10 hektar diharapkan meningkat menjadi 15-20 hektar.
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan program padat karya tunai yang bertujuan memperbaiki, merehabilitasi, atau meningkatkan fungsionalitas jaringan irigasi dengan melibatkan masyarakat petani.
Di Desa Jatipurwo, keterbatasan akses air irigasi masih menjadi persoalan, terutama saat musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah jaringan irigasi yang dinilai kurang efisien sehingga berdampak terhadap produktivitas pertanian.
Melalui program tersebut, masyarakat petani dilibatkan secara langsung sebagai penerima manfaat. Mereka turut berpartisipasi dalam pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi di wilayah pertanian desa.
Kepala Desa Jatipurwo, Sukiyo SH, mengatakan salah satu kelompok tani yang menjadi penerima manfaat adalah Kelompok Tani (Poktan) MAJU SEMPURNA di Dusun Garon, Desa Jatipurwo.
Kelompok tani yang diketuai Kadiyo tersebut mendapatkan manfaat berupa penambahan jaringan irigasi tersier. Dengan tambahan jaringan itu, luas tanam yang sebelumnya kurang dari 10 hektar diharapkan dapat meningkat menjadi 15-20 hektar.
“Kelompok Tani (Poktan) yang diketuai oleh Kadiyo, program ini memungkinkan penambahan jaringan irigasi tersier, sehingga luas tanam yang semula kurang dari 10 hektar diharapkan meningkat menjadi 15-20 hektar,” kata Sukiyo.
Menurutnya, peningkatan luas tanam tersebut diharapkan memungkinkan petani melakukan panen padi hingga tiga kali dalam setahun, termasuk pada musim kemarau. Kondisi itu diharapkan berdampak terhadap peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.
Sukiyo mengatakan program P3-TGAI juga diarahkan untuk mendukung kedaulatan pangan serta kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara partisipatif.
Ketua Kelompok Tani MAJU SEMPURNA sekaligus Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Kadiyo, menjelaskan pelaksanaan program dilakukan secara swakelola dengan pendekatan padat karya.
Selain membantu meningkatkan produktivitas pertanian, kegiatan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap pendapatan ekonomi masyarakat setempat.
“Ke depan, kami berharap program P3-TGAI dapat kembali direalisasikan di desa kami, karena mayoritas warga Desa Jatipurwo masih mengandalkan sektor pertanian, seperti padi, palawija, dan hortikultura, sebagai sumber penghasilan utama,” ungkap Kadiyo.
Sukiyo menambahkan, pihaknya berharap lahan pertanian seluas 15 hektar dapat dimanfaatkan untuk panen hingga tiga kali, baik pada musim hujan maupun musim kemarau.
Dengan perbaikan jaringan irigasi melalui program P3-TGAI, pemerintah desa berharap hasil panen warga dapat meningkat secara signifikan dibandingkan sebelumnya. (Nan/PJW)







Komentar