BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Aksi sosial KSM Go Nyawiji Giripurwo, Kabupaten Wonogiri menggelar promosi STBM di waktu siang dan malam hari. Siang hari dilaksanakan di Balai pertemuan RT Kerdukepik RT 01 RW 02, Kelurahan Giripurwo Kecamatan/Kabupatem Wonogiri.
Malam harinya di Lingkungan Sanggrahan RT 03 RW 08 bertempat di rumah Sardi, Jumat, 9 Agustus 2024. Hadir keseluruhan 91 orang dari beberapa unsur di antaranya Usaid Iuwash Tangguh, UPD terkait (sanitarian Puskesmas 2 Wonogiri dan DLH), KSM Go Nyawiji Giripurwo, KSM Kerjo Lor, Ngadirojo serta warga lingkungan.
Sony dari Usaid Iuwash Tangguh menyampaikan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan strategi percepatan pencapaian untuk air minum aman dan sanitasi aman. Dimana dalam hal ini KSM Go Nyawiji Giripurwo telah membuat komitmen bersama dengan UPD terkait untuk langsung berpromosi pada masyarakat di tingkat dasar yaitu warga tingkat RT.
Baca juga: Warga Kerdukepik Giripurwo Diajak Lakukan Lingkungan Bersih
Salah satu kader KSM Go Nyawiji, Tien Sudrajat, mengatakan hasil dan tanggapan warga yang hadir pada promosi malam, antusias masyarakat untuk mengikuti promosi STBM sangat baik dengan berkumpul, mendengarkan, memperhatikan dan memahami tentang maksud dari promosi STBM.
Sedangkan Ketua Rukun Warga Sanggrahan, Seno Raharjo mewakili warga, menyampikan ucapkan terima kasih atas kegiatan promosi sehingga masyarakat tahu arti pentingnya mengubah perilaku menuju perilaku hiegenis dengan semangat dan siap melaksanakan 5 pilar STBM.
Yakni berhenti buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Terkait promosi sedot lumpur tinja telah dijelaskan secara maksimal tentang bagaimana desain yang layak pembuatan septictank yang aman? yaitu kedap air dan harus disedot secara berkala, juga dijelaskan manfaat sedot lumpur tinja, bagaimana prosesnya saat akan disedot dan proses pengamanan hasil sedot lumpur tinja yaitu melalui pengolahan di IPLT Dusun Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri. Hal ini membuat masyarakat menjadi lebih paham alur menangani limbah,” ujar Seno.
Sementara itu Ketua RT, Suparno, menyampaikan langkah awal menyelamatkan lingkungan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dari pencemaran lumpur tinja adalah dengan melakukan penyedotan lumpur tinja di lingkungan.
“Dalam kondisi penuh ataupun belum penuh harus disedot, karena septictank yang tidak kedap salah satu penyebab adanya kasus stunting. Kita dorong pengertian bahwa ini langkah awal dari kita untuk kita semua dan untuk anak cucu, untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan kami langsung meminta pada para tokoh masyarakat untuk ikut melakukan sedot lumpur tinja sebagai komitmen menjaga lingkungan dan menjadi dorongan untuk warga sekitarnya dan warga yang lain untuk melakukan hal yang sama dan hasilnya,” ujarnya.
Seusainya kegiatan sosialisasi 5 tokoh masyarakat di antaranya, Winarno, Untung Sriyanto, Sardi, Seno Raharjo dan Yuli, menyatakan mendaftar untuk dilakukan sedot lumpur tinja oleh DLH Wonogiri. Yang kondisi septictank mereka tidak dalam kondisi penuh, tetapi karena kesadaran akan penting sedot lumpur tinja secara berkala demi lingkungan yang sehat. (Begug SW)







Komentar