Angkut 1,9 Ton Narkoba, Kapal Ikan Thailand Diamankan, 5 ABK Ditahan

Digagalkan Prajurit TNI AL saat Melintas di di perairan Selat Durian

BeritaWonogiri.com (BATAM) – Badan Narkotika Nasional (BNN)  mengamankan kapal ikan pengangkut  1,2 Ton Kokain dan 705 Kg Sabu yang ditangkap TNI AL di perairan Selat Durian, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Selain mengamankan kapal dan barang bukti narkoba, petugas BNN juga menangkap lima ABK ( anak buah kapal), terdiri satu orang WNA Thailand dan empat orang WNA Myanmar. Dari lima orang tersebut, empat positif konsumsi narkoba.

“Ini masih didalami, pelaku dan barang bukti juga baru diamankan kemarin (Rabu-red), baru diserahkan hari ini jadi belum sempat dimintai keterangan,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepulauan Riau Brigjen Pol. Hanny Hidayat, dikutip antaranews.com Jumat, 16 Mei 2025.

Sebelumnya, Prajurit TNI AL membongkar upaya penyelundupan narkoba tersebut di perairan Selat Durian pada Rabu 14 Mei 2025.

Operasi itu dilakukan berdasarkan informasi intelijen pada dini hari sebelumnya yang mendeteksi kapal ikan asing berlayar dari Thailand menuju perairan Indonesia.

“Kapal ini dari mana mau kemana masih dalam proses, akan didalami penyidik tentang tujuan sebenarnya,” ujar Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksda TNI Fauzi dalam konferensi pers bersama di Mako Lantamal IV, Batam, Kepri, Jumat (16/5) petang.

Dia merinci narkoba yang berhasil digagalkan penyelundupannya itu berat tepatnya adalah 1.905 kg. Sekitar 1,9 ton narkoba itu terdiri atas 1.200 kg kokain dan 705 kg sabu. Temuan tersebut kemudian diserahkan ke BNN Kepulauan Riau.

“Ini kalau kita nilai dengan harga, kurang lebih nilainya sekitar Rp7 triliun,” katanya melalui sius tnial.mil.id.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, pihak BNN Kepulauan Riau masih menindaklanjuti penyelidikan dan penyidikan atas kasus ini.

“Tentunya kami lakukan penyelidikan tuntas, barang buktinya kami amankan, jangan sampai hilang barang buktinya,” kata Kepala BNN Brigjen Pol. Hanny Hidayat.

Jenderal polisi bintang satu itu menyebut penyelidikan dan penyidikan dilakukan untuk mengetahui asal narkoba serta tujuannya, serta jaringan yang terlibat. (Irfandy*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *