Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kabupaten Wonogiri, Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno, atau yang akrab disapa Bu Yayuk, menerima kunjungan silaturahmi dari Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Batik Wonogiren di Kantor Dekranasda Wonogiri, Rabu (16/7/2025).
Pertemuan ini membahas perkembangan dan tantangan batik Wonogiren, warisan budaya khas daerah yang memiliki potensi besar namun menghadapi persaingan pasar.
Bu Yayuk menegaskan bahwa batik Wonogiren, yang terkenal dengan motif unik seperti jambu mete, jamu gendong, kepik, burung hantu, dan corak bledak dengan guratan pecah, memiliki peluang untuk terus berkembang dengan mengangkat potensi lokal. “Namun, tantangan seperti persaingan dengan batik dari daerah lain dan tren mode yang cepat berubah harus diatasi secara strategis,” ujarnya.
Dekranasda Wonogiri berkomitmen mendukung pelaku usaha batik melalui pendampingan, pelatihan, dan promosi. “Kami akan terus berupaya agar batik Wonogiren lestari dan dikenal di kancah nasional bahkan internasional,” tambah Bu Yayuk. Upaya ini sejalan dengan semangat Dekranas untuk memajukan ekonomi kreatif melalui pelestarian kerajinan tradisional, sebagaimana diwujudkan dalam berbagai pameran dan platform digital seperti yang dilakukan Dekranas secara nasional.
MPIG Batik Wonogiren, yang mewakili para produsen dan pelaku UMKM, menyampaikan harapan agar dukungan pemerintah daerah dapat memperkuat branding dan pemasaran produk. Mereka juga menyoroti pentingnya perlindungan indikasi geografis untuk menjaga keaslian batik Wonogiren dari pemalsuan, sebagaimana diatur dalam Keputusan Bupati Wonogiri Nomor 431/03/501/1993 tentang ciri khas batik Wonogiren.
Acara ini menjadi bagian dari langkah Dekranasda Wonogiri untuk memperkuat sektor UMKM, sekaligus mendukung visi Bupati Wonogiri Setyo Sukarno untuk menjadikan Wonogiri berdaya saing melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.







Komentar