Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu iklim investasi dengan mengedepankan pelayanan prima kepada investor. Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, menegaskan komitmen ini dalam pembukaan Semarang Marketing Festival di Hotel Santika Premiere, Selasa (5/8).
“Investor yang berminat harus dicekeli (dipegang), jangan sampai lepas. Prosedur harus dimudahkan sesuai tata kelola yang baik,” tegas Sumarno. Menurutnya, pelayanan publik yang efisien adalah strategi pemasaran terbaik pemerintah untuk menarik dan mempertahankan investasi.
Data DPMPTSP Jateng menunjukkan capaian luar biasa: realisasi investasi semester I-2025 mencapai Rp45,58 triliun (58,19% dari target tahunan), dengan penyerapan 222.373 tenaga kerja. Kepala DPMPTSP Sakina Rosellasari menyebut, investasi asing (PMA) mendominasi (56%) senilai Rp25,63 triliun, sementara PMDN menyumbang Rp19,95 triliun.
Demak menjadi primadona PMA (Rp5,93 triliun), disusul Kendal (Rp4,30 triliun) dan Semarang (Rp2,01 triliun). Sementara untuk PMDN, Kota Semarang memimpin (Rp3,73 triliun), diikuti Blora (Rp1,55 triliun). Negara investor terbesar berasal dari Singapura (Rp5,87 triliun) dan Tiongkok (Rp5,42 triliun).
“Ini rekor tertinggi! Jateng tetap jadi magnet investasi,” ujar Sakina. Pemerintah optimis tren positif ini terus berlanjut, seiring fokus pada kemudahan perizinan dan penguatan sektor pangan-industri sebagai tulang punggung ekonomi Jateng. (*)







Komentar