Sinergi BBWSBS dan Pemkab Pacitan: Wujudkan Ketahanan Air untuk Masa Depan

Rapat Koordinasi di Pacitan Bahas Banjir, Irigasi, dan Kesejahteraan Petani

Beritawonogiri.com [PACITAN] – Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar rapat koordinasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan di Kantor Bupati Pacitan pada Senin (4/8/2025). Dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji, dan didampingi Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Rizhali Tritutomi Sahan, pertemuan ini dihadiri Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, beserta jajaran.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Pacitan, sekaligus menjawab tantangan banjir yang kerap melanda wilayah ini. Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan BBWSBS untuk menangani isu strategis seperti pengendalian banjir dan optimalisasi irigasi.

“Pacitan memiliki tantangan topografi yang kompleks, sehingga pengelolaan air yang baik sangat krusial untuk mendukung pertanian dan mencegah bencana,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret, seperti peningkatan infrastruktur tanggul dan saluran irigasi, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama petani yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji, menjelaskan bahwa fokus utama rapat adalah penanganan daerah rawan banjir, optimalisasi pemanfaatan air permukaan, dan peningkatan layanan irigasi. “Kami berkomitmen mendukung Pacitan melalui pembangunan infrastruktur SDA yang berkelanjutan, seperti rehabilitasi bendungan dan normalisasi sungai,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas sumber daya air dari hulu hingga hilir, sesuai dengan arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program ini sejalan dengan visi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan air irigasi yang memadai. Pertemuan ini juga membahas langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur pengendalian banjir, seperti pembangunan sabo dam dan bronjong, yang telah terbukti efektif di Pacitan.

Berdasarkan data BBWSBS, wilayah Pacitan kerap menghadapi banjir akibat curah hujan tinggi, seperti yang terjadi pada 2022, yang menyebabkan kerusakan tanggul dan ancaman terhadap permukiman. Dengan pengalaman tersebut, BBWSBS dan Pemkab Pacitan sepakat untuk meningkatkan koordinasi dalam pemeliharaan infrastruktur, seperti tanggul di Sungai Grindulu, serta memperluas jaringan irigasi untuk mendukung sektor pertanian yang menjadi penopang 60% ekonomi masyarakat Pacitan.

Semangat gotong royong menjadi inti dari rapat koordinasi ini, mencerminkan komitmen bersama untuk membangun Pacitan yang lebih tangguh terhadap bencana dan produktif dalam pertanian. “Kami ingin masyarakat Pacitan merasa aman dari ancaman banjir dan memiliki akses air yang cukup untuk pertanian mereka,” tutup Gatut.

Dengan sinergi ini, diharapkan Pacitan dapat menjadi model pengelolaan SDA yang berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan mendukung visi Indonesia Maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *