Jembatan Hanyut, Transportasi Antarkampung Di Babadan Karangdowo Putus

BeritaWonogiri.com [KLATEN] – Jembatan penghubung antar kampung di Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten terputus akibat diterjang banjir. Peristiwa tersebut terjadi, Kamis, 3 April 2025 sekitar pukul 20.00 WIB setelah sebelumnya terjadi hujan deras cukup lama.

Wibowo salah seorang warga setempat mengatakan kondisi jembatan sebelumnya memang sudah kondisi rawan. Pasalnya tiang penyangga dibagian tengah susah lapuk sehingga untuk keamanan yang diperbolehkan lewat hanya kendaraan roda dua saja.

Jembatan tersebut berfungsi cukup fital bagi masyarakat khususnya warga Kadus satu dan Kadus dua Desa Babadan sebagai jalur pendidikan dan juga perekonomian masyarakat.

Baca juga: Kabar Gembira, Gubernur Luthfi: Mulai 24 Maret Tarif Tol Klaten-Batas Yogyakarta Gratis

“Babadan, untuk ke Kota Klaten, anak sekolah, pedagang. Kita harus memutar agak jauh paling ngga dua kilo. Sebelumnya jembatan sudah retak sehingga mobil nggak bisa lewat sudah dua bulan. Sepeda motor masih bisa,” ungkap Wibowo, Jumat, 4 April 2025.

Jembatan Babadan itu dibangun sekitar tahun 1985 secara swadaya masyarakat. Dia berharap pemerintah segera membangunkan jembatan tersebut agar aktivitas masyarakat dapat lebih cepat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna juga melihat secara langsung jembatan putus yang melintang diatas sungai Babadan yang merupakan anak sungai Bengawan Solo tersebut.

Syahruna menyebut sebenarnya yang menjadi kekhawatirannya sebelumnya adalah rumah warga yang berada disamping sungai didekat jembatan tersebut karena cukup rawan. Namun ternyata yang terdampak banjir adalah jembatan.

“Jembatan tersebut panjangnya kurang lebih 20 meter dan lebar dua setengah meter. Dari dampak ini akses dari warga Kadus satu dan Kadus dua terhambat dan harus berputar. Sehingga untuk sementara jembatan ini ditutup dulu,” katanya.

Syahruna juga menyebut menyikapi peristiwa bencana tersebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai BBWS Bengawan Solo dan DPUPR akan melakukan pengecekkan ke lokasi.

Selain itu akan segera membuat laporan kepada Bupati dan Provinsi semoga segera ada solusi untuk pos anggarannya. (RRI/Qaasid Ahmad Argadiraksa)
Editor: Suryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *