BeritaWonogiri.com (SUKOHARJO) – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mohammad Toha menyentil para menteri Kabinet Merah Putih. Kata dia, para menteri harus fokus bekerja dan menghindari berbagai pernyataan yang bisa menimbulkan polemik atau multitafsir di tengah masyarakat.
Anggota dewan asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi publik yang sehat dan tidak menimbulkan kegaduhan.
Toha berharap para menteri bekerja lebih keras dan tidak membuat statemen kontroversial setelah Presiden Prabowo menyatakan tidak akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
“Presiden tentu punya pertimbangan sendiri. Tapi dengan tidak adanya reshuffle dalam waktu dekat, para menteri harus memaknainya sebagai bentuk kepercayaan dan kesempatan untuk bekerja lebih keras lagi,” ujar Toha dalam keterangan tertulis yang dikutip antaranews, Jumat.
Legislator yang membidangi urusan pemerintahan dan reformasi birokrasi itu juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi publik yang sehat dan tidak menimbulkan kegaduhan.
“Jangan malah sibuk berkomentar kontroversial yang justru memperkeruh suasana. Rakyat butuh kerja nyata, bukan wacana yang memecah fokus atau menimbulkan ketidakpastian,” tegas dia.
Toha pun menekankan pentingnya konsolidasi internal kabinet, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan nasional menjelang transisi pemerintahan mendatang.
Diketahui, Presiden Prabowo menegaskan belum berencana melakukan reshuffle kabinet. Dia menilai para menterinya bekerja dengan baik.
Namun, presiden mengakui kekurangan kinerja dari menterinya, salah satunya terkait komunikasi publik para menteri di Kabinet Merah Putih. Prabowo menjamin para menterinya akan terus bekerja keras untuk kepentingan rakyat, dan Kabinet Merah Putih akan menjaga kekompakan dan kesolidan. (Irfandy*)







Komentar