BeritaWonogiri.com [MANYARAN] – Libur akhir pekan menjadi momen yang tepat untuk melepas penat dari rutinitas harian. Salah satu pilihan menarik bagi masyarakat Jawa Tengah adalah wisata Kampung Wayang Kepuhsari Wonogiri, sebuah desa wisata budaya yang menyuguhkan kekayaan seni wayang kulit secara autentik. Terletak di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, kampung ini berhasil memadukan pelestarian budaya, edukasi, dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Kampung Wayang Kepuhsari tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang belajar budaya yang hidup. Mulai dari pertunjukan wayang kulit, proses pembuatan wayang, hingga kisah pewayangan yang sarat nilai filosofi, semuanya dapat dinikmati langsung oleh pengunjung.
Desa Kepuhsari dikenal luas sebagai desa wisata berbasis wayang kulit. Potensi alam yang asri berpadu dengan kekayaan budaya yang telah mengakar kuat sejak abad ke-17. Keberadaan kampung ini menjadi bukti bahwa budaya tradisional mampu beradaptasi dengan arus modernisasi tanpa kehilangan jati diri.
Inovasi menjadi kunci keberhasilan Desa Kepuhsari dalam mempertahankan eksistensi seni wayang kulit. Warga setempat tak hanya mempertunjukkan wayang, tetapi juga membuka wisata edukasi pembuatan wayang kulit secara langsung.
Langkah ini sekaligus menjadi sarana regenerasi seniman wayang, khususnya bagi generasi muda agar tetap mencintai budaya leluhur.
Salah satu daya tarik utama wisata Kampung Wayang Kepuhsari adalah pengalaman live in atau menginap di rumah warga. Pengunjung dapat merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat desa, sekaligus belajar langsung tentang perwayangkulitan.
Dengan berbaur bersama penduduk, wisatawan dapat:
-
Belajar menatah dan menyungging wayang
-
Memahami filosofi tokoh pewayangan
-
Mengikuti aktivitas seni di sanggar-sanggar wayang
Pengalaman ini menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di destinasi wisata lain.
Meski dikenal sebagai kampung seniman, mayoritas penduduk Desa Kepuhsari tetap berprofesi sebagai petani. Seni wayang kulit menjadi keahlian tambahan yang ditekuni di sela aktivitas bertani.
Hampir setiap rumah di Desa Kepuhsari memiliki anggota keluarga yang mampu menatah wayang kulit. Tak heran jika sekitar 80 persen warga desa berprofesi sebagai seniman tatah sungging profesional.
Perkembangan seni ini juga menyesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan warga.
Di Kampung Wayang Kepuhsari, berdiri beberapa sanggar seni yang menjadi pusat aktivitas berkesenian dan produksi wayang kulit.
Pengunjung dapat:
-
Berkeliling desa melihat proses pembuatan wayang
-
Mendokumentasikan aktivitas seniman
-
Membeli langsung wayang kulit dari pengrajin
Produk wayang yang dihasilkan tak hanya dipasarkan lokal, tetapi juga menembus pasar nasional hingga internasional.
Perwakilan Sanggar Asto Kenyo Art Kampung Wayang Kepuhsari, Retno Lawiyani, menyebut minat wisatawan terhadap wayang kulit terus meningkat.
“Banyak warga lokal hingga wisatawan mancanegara datang,” kata Retno, dilansir dari laman jatengprov.go.id, Minggu (25/01/2026).
Wisatawan mancanegara yang berkunjung berasal dari berbagai negara seperti Inggris, China, Prancis, Jerman, Hungaria, dan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa wayang kulit Kepuhsari memiliki daya tarik global.
Sejak awal 2019, Desa Kepuhsari menghadirkan inovasi baru berupa lukisan wayang dengan teknik batik. Aktivitas ini melibatkan perempuan dan ibu rumah tangga sebagai pelaku utama.
Kegiatan membatik wayang rutin dilakukan setiap akhir pekan di sanggar desa. Produk yang dihasilkan dikenal dengan nama “Batik Kampung Wayang”, dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga.
Kehadiran Kampung Wayang Kepuhsari membawa dampak positif terhadap perekonomian desa. Banyaknya kunjungan wisatawan turut meningkatkan pendapatan masyarakat melalui:
-
Homestay
-
Penjualan wayang kulit
-
Produk batik wayang
-
Jasa pemandu wisata
Dengan keramahan penduduknya, Desa Kepuhsari menjadi destinasi wisata budaya yang ramah keluarga dan edukatif.
Bagi masyarakat Wonogiri dan sekitarnya, wisata Kampung Wayang Kepuhsari sangat layak dijadikan pilihan libur akhir pekan. Selain menyenangkan, wisata ini juga memberi nilai edukasi dan turut mendukung pelestarian budaya bangsa. (Wulan Eka Handayani)






