Panen Melimpah! Petani Puhpelem Diajari Teknik Jajar Legowo untuk Tingkatkan Produksi Padi

Dinas Pertanian bersama TNI mengenalkan sistem tanam Jajar Legowo di Puhpelem, Wonogiri, demi wujudkan peningkatan produksi padi nasional.

Beritawonogiri.com [PUHPELEM) – Target peningkatan produksi beras nasional terus dikejar dengan berbagai terobosan. Salah satunya melalui kegiatan Farmer Field Day Tanaman Padi Sistem Jajar Legowo yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Puhpelem, Wonogiri, Selasa (9/9).

Program ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri dengan dukungan TNI dari Koramil 24/Puhpelem. Kehadiran TNI di tengah para petani menjadi bukti nyata komitmen untuk memperkuat sektor pangan dan mendukung ketahanan nasional.

TNI dan Dinas Pertanian ajari petani Puhpelem teknik Jajar Legowo untuk tingkatkan produksi padi dan wujudkan kemandirian pangan nasional. (Sumber: Pendim 0728/Wng)

Dalam arahannya, Kabid Penyuluhan dan SDM Dinas Pertanian, Muhamad Sidik Purwanto, Sp.MP., menegaskan pentingnya sistem tanam Jajar Legowo yang terbukti lebih efektif dibanding cara tradisional. “Sistem ini bisa menambah populasi tanaman, mempermudah pemeliharaan, mengurangi serangan hama, serta lebih hemat dalam penggunaan pupuk,” ujarnya.

Sidik menambahkan, bila sistem Jajar Legowo diterapkan secara konsisten, maka produksi padi di wilayah Puhpelem bahkan Wonogiri secara keseluruhan bisa meningkat signifikan. Hal ini sejalan dengan target nasional untuk memperkuat kemandirian pangan.

Sementara itu, para Babinsa dari Kodim 0728/Wonogiri juga aktif memberikan dukungan kepada para petani. Mereka tidak hanya mendampingi kegiatan penyuluhan, tetapi juga turun langsung ke lahan untuk memastikan para petani memahami teknik tanam dengan benar.

Para petani mengaku terbantu dengan kegiatan ini. Salah satu peserta menyebutkan bahwa metode baru ini membuka wawasan mereka. “Dengan adanya pendampingan dari TNI dan arahan dari Dinas Pertanian, kami jadi lebih paham cara tanam yang benar agar hasil panen lebih maksimal,” ungkap seorang petani lokal.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga kesejahteraan petani. Dengan hasil panen yang lebih melimpah, taraf hidup masyarakat desa diyakini akan semakin baik.

Penerapan sistem Jajar Legowo pun dipandang sebagai langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional berbasis inovasi, gotong royong, dan pendampingan lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *