Beritawonogiri.com [NGADIROJO] – Kantor Pertanahan Kabupaten Wonogiri bersama Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) menggelar Sosialisasi Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha di Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, pada Rabu (30/7/2025).
Kegiatan ini menarik antusiasme sekitar 100 warga desa yang bersemangat meningkatkan kapasitas mereka di bidang pertanian, peternakan, dan usaha berbasis potensi lokal. Acara ini menjadi langkah nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi desa, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di Wonogiri menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber ahli dari Dinas Perdagangan dan KUKM serta Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, yang fokus pada penyuluhan pertanian dan peternakan. Mereka memberikan wawasan tentang pengembangan usaha berbasis potensi lokal, seperti pengolahan hasil pertanian, budidaya ternak, dan pemasaran produk desa. “Kami ingin warga Ngadirojo Lor tidak hanya bertani atau beternak, tetapi juga mampu mengelola hasilnya menjadi produk bernilai tinggi,” ujar Indah P, Tim Humas Kantor Pertanahan Wonogiri, dalam keterangannya.
Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya kelembagaan ekonomi desa, seperti koperasi, untuk memperkuat daya saing.Kepala Dinas Pertanian Wonogiri, Baroto Eko Pujianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan inovasi warga desa. “Ngadirojo Lor memiliki potensi besar di sektor padi, jagung, dan ternak sapi. Kami dampingi mereka untuk mengoptimalkan hasil panen dan ternak dengan teknologi sederhana serta akses pasar yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perdagangan dan KUKM, Ani Susanti, memaparkan peluang pendanaan melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan pelatihan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk lokal, seperti olahan makanan dan kerajinan tangan.Warga Desa Ngadirojo Lor, seperti Siti Aminah, seorang petani dan pelaku UMKM, menyambut antusias kegiatan ini. “Saya belajar cara memasarkan produk sambal kemasan secara online dan membuat pupuk organik untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya dengan semangat.
Kegiatan ini juga mendorong pembentukan kelompok usaha bersama untuk memperkuat Bumdes (Badan Usaha Milik Desa), yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Kolaborasi lintas instansi ini mencerminkan semangat gotong royong, memastikan warga desa tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah tantangan ekonomi.Sosialisasi ini menjadi langkah awal menuju desa mandiri yang inovatif dan berdaya saing, sekaligus mendukung program nasional Kementerian ATR/BPN dalam penguatan ekonomi berbasis lahan.
Dengan potensi lokal yang melimpah, Ngadirojo Lor diharapkan menjadi contoh bagi desa lain di Wonogiri. “Kami ingin masyarakat desa bangga dengan hasil bumi mereka dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tutup Indah P. Kegiatan ini, menginspirasi warga untuk terus berinovasi demi kesejahteraan bersama, sejalan dengan semangat kemerdekaan Indonesia.







Komentar