Beritawonogiri.com [BOGOR] – Presiden Republik Indonesia memimpin rapat bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Bogor (31 Juli 2025), untuk membahas dinamika perekonomian nasional serta merumuskan arah kebijakan strategis ke depan.
Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju dan gejolak geopolitik. Meskipun menghadapi tantangan global, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada di atas rata-rata dunia.
Berdasarkan laporan Bank Dunia (World Bank, 2025), pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5,1% pada 2025, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan investasi di sektor infrastruktur. Namun, Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus tetap waspada terhadap risiko eksternal, seperti fluktuasi harga komoditas dan ketegangan perdagangan global.
Untuk memperkuat posisi ekonomi, Presiden mendorong optimalisasi kesepakatan perdagangan bilateral, termasuk dengan Amerika Serikat, yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia, khususnya di sektor tekstil, agribisnis, dan teknologi. “Kita harus memanfaatkan peluang ekspor dan menarik investasi asing, terutama di sektor padat karya, untuk menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Presiden dalam rapat tersebut, sebagaimana dikutip dari siaran pers Sekretariat Kabinet.
Selain itu, langkah deregulasi yang tepat sasaran menjadi fokus utama untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Menurut laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2025), deregulasi di sektor perizinan dan investasi telah berhasil meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor global.
Rapat DEN juga membahas pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dengan memperhatikan pemerataan pembangunan di daerah-daerah tertinggal. Presiden menutup rapat dengan menegaskan bahwa kebijakan strategis yang dihasilkan harus berorientasi pada ketahanan jangka panjang dan kesejahteraan rakyat. “Kita harus bekerja cepat, tetapi juga cerdas, untuk memastikan ekonomi kita tetap kuat dan inklusif,” tuturnya.
Rapat ini dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan DEN, serta sejumlah pakar ekonomi. Langkah-langkah strategis yang dirumuskan diharapkan dapat segera diimplementasikan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.






