Situasi Jawa Tengah tetap aman pasca demo, Polda Jateng terapkan langkah humanis dan profesional dalam menangani peserta aksi.

Polda Jateng Pastikan Kondusif, 330 Peserta Demo Diamankan

Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Situasi di wilayah Jawa Tengah dipastikan tetap kondusif meski pada Sabtu (30/8/2025) sempat terjadi unjuk rasa disertai aksi anarkis di sejumlah daerah. Polda Jateng bersama jajaran polres mengambil langkah tegas, profesional, dan terukur demi menjaga ketertiban masyarakat.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, dalam keterangan resmi di Mapolda Jateng pukul 22.30 WIB menyampaikan bahwa sebanyak 330 orang telah diamankan pasca penanganan aksi rusuh kelompok anarko di sekitar Mapolda Jateng.

Sejumlah peserta aksi, termasuk anak di bawah umur, didata secara humanis oleh petugas kepolisian. (Foto: Humas Polres Wonogiri/ Polda Jateng)

“Seluruhnya dalam keadaan baik dan saat ini sedang menjalani proses pendataan, pemeriksaan serta pengecekan oleh petugas,” ujar Kombes Pol Artanto.

Ia menambahkan, kepolisian tetap mengedepankan perlindungan, terutama bagi anak-anak di bawah umur. “Saya sudah mengecek langsung kondisi mereka. Anak-anak dipisahkan dari pelaku dewasa, mendapatkan makan malam, dan setelah pendataan selesai akan dipanggil orang tua maupun pihak sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian masih melakukan pendataan identitas, pemeriksaan, serta cek urin terhadap para peserta aksi. Proses ini diharapkan selesai pada esok hari agar penanganan berlangsung transparan dan profesional.

Selain itu, Polda Jateng juga mengamankan 45 orang yang diduga terlibat aksi anarkis pada Jumat (29/8) petang, serta 40 orang lainnya pada Sabtu (30/8) dini hari. “Kami mengapresiasi seluruh jajaran kepolisian yang bekerja optimal menjaga kondusifitas di wilayahnya,” ucap Kombes Pol Artanto.

Ia menegaskan, Polda Jateng pada prinsipnya menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun kebebasan itu harus dilaksanakan dengan tertib, bermartabat, dan sesuai aturan. “Aksi anarkis hanya akan mencederai semangat demokrasi dan merugikan masyarakat,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Kombes Pol Artanto mengajak masyarakat Jawa Tengah tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. “Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita rawat bersama. Jangan sampai masa depan mereka ternodai oleh perbuatan tidak bermanfaat. Mari kita jaga situasi kamtibmas tetap aman dan damai,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *